Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan 'Jasa' Prostitusi Hana Hanifah
Hukum
13 jam yang lalu
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan Jasa Prostitusi Hana Hanifah
2
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
Ekonomi
7 jam yang lalu
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
3
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
Peristiwa
12 jam yang lalu
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
4
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
DPR RI
13 jam yang lalu
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
5
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
Politik
12 jam yang lalu
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
6
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Politik
13 jam yang lalu
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

MPR Sosialisasikan Empat Pilar di Pulau Bawean

MPR Sosialisasikan Empat Pilar di Pulau Bawean
Kamis, 31 Oktober 2019 14:41 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid selama satu hari, 30 Oktober 2019, melakukan kunjungan ke berbagai kelompok dan komunitas masyarakat di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. kunjungan itu dilakukan untuk melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Tempat pertama yang disambangi adalah Perguruan Pencak Silat Bawean. Dihadapan para anggota dan pendekar pencak silat di pulau itu, Jazilul mengatakan, dirinya bersyukur bisa bersilaturahmi dengan mereka. "Pencak silat Bawean memiliki ciri tersendiri", ujarnya.

Menurut Jazilul, pendekar juga merupakan santri. Sebagai santri dan orang Bawean maka mereka selain bisa mengaji juga bisa bela diri. Dua ilmu ini merupakan bekal bagi orang Bawean untuk merantau. Untuk itulah dirinya ingin membina kelompok silat agar terus melakukan regenerasi.

Dalam sosialisasi itu, Jazilul mengajak para pendekar dan anggota pencak silat Bawean menjaga Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. "Berharap para pendekar ikut mengawal Pancasila", ujarnya. "Sebab kalau Pancasila diganti maka runtuhlah negeri ini", tambahnya.

Sebagai orang asli Bawean, Jazilul percaya masyarakat di pulau itu selain cinta agamanya juga cinta Pancasila. "Juga cinta persatuan", tambahnya.

Pencak silat menurutnya sangat penting selain untuk menjaga jasmani juga lambang kejantanan, kesetiaan, dan keberaniaan. Ia berharap agar para pendekar ikut mendidik anak muda untuk menjadi sosok yang bertanggungjawab. 

Selepas bertemu dengan para anggota pencak silat, selanjutnya Jazilul mengunjungi Pondok Pesantren Darussalam di Desa Daun. Di hadapan ratusan santri dan santriwati, dirinya mengucapkan selamat Hari Santri. Diakui Indonesia bisa merdeka juga berkat perjuangan santri dan kiai.

Disampaikan kepada mereka bahwa kunjungan dirinya di pesantren untuk melakukan Sosialisasi Empat Pilar. Dikatakan Empat Pilar penting untuk dijaga sebab bila hal ini runtuh maka negara Indonesia akan bubar. "Negara bubar karena tak ada pengikat", tegasnya. Disampaikan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. "Santri selain 100 persen Islam, juga 100 persen Pancasila", tuturnya.

Jazilul mengakui pesantren mempunyai peran penting dalam kehidupan masyarakat. Pesantren mempunyai tiga fungsi yang berguna bagi bangsa dan negara. Ketiga fungsi itu adalah, pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Santri dan pesantren harus bangga", tuturnya. "Kita harus menata diri agar menjadi manusia unggul", tambahnya.

Selepas bersilaturahmi dengan para santri dan santriwati, Jazilul mengunjungi pengrajin kerajinan tangan dari daun pandan. Pengrajin yang berada di Desa Gunung Teguh itu diberi semangat agar terus mengembangkan diri untuk melestarikan kerajinan yang sudah dilakukan secara turun temurun itu. Ia berharap kepada pemerintah ikut membuka pasar kepada para pengrajin agar usaha  mereka tetap eksis.

Menjelang sore, kunjungan dilakukan ke Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Santri. Di perguruan ini, dirinya mendorong agar para mahasiswa mengimplementasikan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.***


wwwwww