Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan 'Jasa' Prostitusi Hana Hanifah
Hukum
13 jam yang lalu
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan Jasa Prostitusi Hana Hanifah
2
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
Ekonomi
8 jam yang lalu
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
3
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
Peristiwa
12 jam yang lalu
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
4
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
DPR RI
14 jam yang lalu
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
5
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
Politik
13 jam yang lalu
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
6
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Politik
13 jam yang lalu
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Saat Pengajian NU, MPR Sosialisasikan Empat Pilar

Saat Pengajian NU, MPR Sosialisasikan Empat Pilar
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid dan tokoh-tokoh NU Bawean. (Istimewa)
Kamis, 31 Oktober 2019 14:38 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ribuan masyarakat Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu malam, 30 Oktober 2019, memenuhi Lapangan Tanjung Anyar, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura.

Mereka berada di sana untuk menghadiri Pengajian NU dalam rangka memperingati Hari Santri. Dalam pengajian yang diisi oleh ceramah KH. Manarul Hidayat, hadir Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, tokoh-tokoh NU Bawean, serta perangkat kecamatan dan desa.

Dalam pengajian juga ada penyampaian Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau popular disebut Empat Pilar MPR.

Jazilul mengatakan, momentum itu digelar untuk memperingati Hari Santri sekaligus tanggung jawab dirinya sebagai pimpinan MPR untuk melakukan Sosialisasi Empat Pilar. Dilakukan di Pulau Bawean sebab di tempat itu diakui hampir seratus persen penduduknya adalah kaum santri. Karena seratus persen kaum santri maka pengajian dihadiri oleh ribuan orang. "Acara ini diumumkan di masjid dan musholla", tuturnya.

Dalam sosialisasi, Jazilul mengingatkan kembali atau memompa semangat kepada masyarakat akan pentingnya Empat Pilar. Diakui sebenarnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan kaum santri sudah kuat. "Santri itu mengedepankan cinta tanah air", ujarnya. "Bahkan pelajaran Empat Pilar diajarkan di pesantren sejak kecil, seperti ada bait lagu Cinta Tanah Air Sebagian Dari Iman", ungkapnya. Cinta NKRI menurutnya ada aturannya. Aturan itu ada pada Pancasila, UUD, dan Bhinneka Tunggal Ika. 

Meski demikian Jazilul menegaskan bahwa santri juga harus diberdayakan. Sumber daya manusia dan perekonomiannya harus diperkuat. "Ini penting sebab bila ekonominya tidak kuat maka akan mudah tergoda oleh paham yang salah", ucapnya. Dicontohkan ada lulusan pesantren karena tidak mempunyai pekerjaan maka ia pergi keluar negeri. Di luar negeri itulah ia terkena paham radikal terorisme. "Dan melakukan operasinya di Indonesia", ujarnya. Untuk itulah dirinya menegaskan kembali bahwa santri juga perlu diberi dukungan pemberdayaan ekonomi agar tak mudah tergoda paham lain.

Jazilul menyebut globalisasi lewat medsos juga menyerbu masyarakat di manapun berada, "termasuk di Bawean", ujarnya. Untuk itu dirinya mengingatkan kepada santri dan masyarakat tantangan hari ini berbeda dengan tantangan kemarin. "Bila santri dan masyarakat kuat maka mereka bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga Indonesia", urainya.***


wwwwww