Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
11 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
18 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
3
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
19 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
13 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
16 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
14 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tidak Diperpanjang, Gubri: Status Siaga Darurat Karhutla Riau Dicabut mulai 31 Oktober Malam

Tidak Diperpanjang, Gubri: Status Siaga Darurat Karhutla Riau Dicabut mulai 31 Oktober Malam
Gubernur Riau, Syamsuar.
Kamis, 31 Oktober 2019 00:08 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau yang akan berakhir pada Kamis (31/10/2019) besok, tidak akan diperpanjang mengingat sebagian wilayah di Riau sudah memasuki musim penghujan.

"Karena batas waktu status siaga darurat karhutla di Riau itu tanggal 31 Oktober. Maka status ini dicabut malam besok. Bukan langsung malam ini kita cabut. Mudah-mudahan tidak ada api hingga masuk November nanti," kata Gubri di Balai Pauh Janggi, Gedung Daerah Provinsi Riau, Rabu (30/10/2019) malam.

Ia juga menegaskan, bahwa satuan tugas (Satgas) pencegahan dan penanggulangan karhutla tidak akan dibubarkan, melainkan akan selalu siap sedia melakukan langkah pencegahan dan penanggulangan apa bila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

"Setelah dicabut ini, satgas kita tetap jalan, tidak berhenti. Kalau terjadi kebakaran tetap gerak," kata Syamsuar.

Sementara itu, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger menyebutkan, bahwa total luas karhutla di Riau selama Januari hingga Oktober 2019 mencapai 9.713,80 hektar. Di mana dari total luas lahan terbakar itu, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) masih saja menjadi daerah yang lahannya paling banyak terbakar dari total keseluruhan luas lahan yang hangus di Riau seperti tahun lalu. Yang saat itu, Rohil membara karena karhutla di Kubu dan Teluk Nilap.

"Data luas lahan terbakar terhitung dari Januari hingga Oktober tahun ini mencapai 9.713,80 hektar. Rohil yang menjadi juara pertama untuk lahan terbakar," kata Edwar.

Ia pun tidak menampik bahwa jumlah luasan lahan yang dilalap api tahun ini meningkat jika dibandingkan tahun lalu.

"Luas lahan yang terbakar ini memang ada sedikit peningkatan tahun ini. Jumlah hotspotnya juga mencapai 3.689 titik. Ini tentunya menjadi catatan kami supaya dapat diantisipasi di tahun yang akan datang," tuturnya. ***


wwwwww