Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
11 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
18 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
3
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
19 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
13 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
16 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
15 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tren Karhutla Berubah, Gubernur Riau akan Petakan Kembali Desa Rawan Kebakaran

Tren Karhutla Berubah, Gubernur Riau akan Petakan Kembali Desa Rawan Kebakaran
Gubernur Riau, Syamsuar.
Kamis, 31 Oktober 2019 13:45 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Gubernur Riau, Syamsuar akan melakukan pemetaan kembali terhadap desa-desa di Riau yang dinilai rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Akan kami petakan kembali desa-desa rawan bencana di Riau ini. Sebelumnya sudah ada 188 desa di 75 Kecamatan di Riau yang masuk kategori rawan karhutla. Kemungkinan ini akan bertambah mengingat ada perubahan tren karhutla," kata Gubri di Pekanbaru, Kamis (31/10/2019).Setelah diamati, kata Gubri, tren karhutla tahun ini memang mengalami perubahan tren dari yang biasanya selalu terjadi di daerah pesisir, sekarang justru terjadi di beberapa daerah yang tidak masuk kawasan pesisir."Yang terbakar itu biasanya daerah pesisir, diantaranya seperti Bengkalis, Rokan Hilir, Dumai, Siak, dan Kepulauan Meranti. Tahun ini trennya berubah, Pelalawan yang mulai kurang kebakarannya sekarang terbakar. Inhu dan Inhil walaupun banyak gambut jarang kebakaran, ini justru kebakaran hebat," ujarnya.Ia pun meminta tim intelejen untuk mengusut tren karhutla yang baru tersebut. "Ini kan jelas ada tren baru yang perlu dicermati. Ini tugas tim intelejen (begerak, red). Apakah ada pemain baru atau ada apa di sana," kata Syam. ***


wwwwww