Kapolda Riau Jadi Guru Matematika di Sekolah Beralas Tanah di Pelosok Kampar

Kapolda Riau Jadi Guru Matematika di Sekolah Beralas Tanah di Pelosok Kampar
Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi mendatangi sekolah dasar di pelosok Kampar.
Jum'at, 01 November 2019 16:14 WIB
PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi mendatangi sekolah dasar (SD) di pelosok Riau yang sempat viral di media sosial. Agung mengunjungi murid-murid kelas jauh SDN 010 Desa Batu Sasak, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Dia datang bersama anak buahnya dari Pekanbaru, berjarak ratusan kilometer hanya untuk ke sana. Bahkan, dia menyempatkan diri menjadi guru matematika bagi puluhan anak-anak harapan bangsa yang tinggal di bawah kaki deretan Bukit Barisan, Dusun Sialang Harapan.

Kondisi sekolah sangat jauh dari standar. Lantai beralaskan tanah, dan dinding batu bata sebagian namun tidak diberikan cat tembok. Daun jendela juga belum ada. Agung ingin membantu pembangunan sekolah tersebut

"Saya mengajar mata pelajaran matematika bilangan baris kepada anak-anak kita yang cerdas, dan pintar-pintar tersebut. Mereka semangat dan pandai matematika. Ini modal guna memperoleh ilmu lebih tinggi dan mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari," ucap Agung, Jumat (1/11/2019).

Dia juga memberikan kesempatan kepada seorang bocah berpakaian batik lengan dipadukan celana merah panjang, bernama Afrizal, untuk memakai topi dengan bintang dua di atasnya serta tongkat komando miliknya.

"Saya ingin jadi seperti Bapak, ingin jadi polisi, jika saya besar nanti. Itu cita-cita saya Pak," kata Afrizal disambut dengan suara tawa dan tepuk tangan saat mendengarkan harapannya.

Agung kemudian menjawab. "Suatu hari semoga bisa menggantikan Kapolda," doa Agung.

Agung bahagia menjadi guru Matematika sesaat di SDN 01. Ia bangga berada di tengah-tengah anak-anak cerdas tersebut. Namun, ia lebih bangga lagi saat mengetahui ternyata pembangunan kelas di sekolah dasar tersebut ada peran seorang anggota polisi lalulintas Polda Riau bernama Bripka Ralon Manurung.

SDN 010 Desa Batu Sasak semula merupakan sekolah cabang tahun 2006. Bangunan sekolah ketika itu apa adanya, dan jauh dari pikiran banyak orang yang serba wah. Orang-orang menyebutnya Sekolah Marjinal.

Meski posisi sekolah jauh dari kota, namun Agung neminta agar tidak ada lagi penyebutan sekolah marjinal, melainkan sekolah harapan.

"Sekolah ini tidak boleh disebut sekolah marjinal, tapi sekolah harapan. Tidak hanya harapan desa dan adik-adik namun juga harapan Indonesia," ujar Agung.

Awalnya, bangunan kelas terbuat dari kayu, termakan usia akhirnya menjadi lapuk dengan kondisi memprihatikan. Walau demikian, anak-anak Dusun Sialang Harapan tetap bersemangat belajar di bawah bangunan tersebut.

Bagi murid-murid ingin bersekolah di sekolah induk, SDN 010, mereka harus berjalan kaki membelah hutan serta menyeberangi sungai. Jika air sungai naik, anak-anak tersebut tak bisa bersekolah.

Dengan kondisi tersebut, warga desa bernama Riko, kebetulan teman kuliah istrinya, Maria Farida Naibaho, berkenalan secara tidak sengaja dengan Ralon.

Kala itu, Ralon sedang bertugas di depan kantor Gubernur Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru, mengatur lalulintas jalan, sekitar November 2017, melihat sekelompok warga dimotori Riko, sedang meminta bantuan pembangunan lokal sekolah marjinal tersebut.

Dari sinilah cerita berawal, hingga tercetus di benak Ralon, ia harus mewujudkan keinginan anak-anak di Desa Batu Sasak untuk memperoleh ilmu dengan bersekolah. Bahkan emas perhiasan milik istrinya juga disumbangkannya saat mengetahui sekolah marjinal dibangun atas swadaya masyarakat masih mengalami kekurangan dana.

Kondisi tersebut menggambarkan bagaimana Ralon kecil harus berjalan kaki belasan kilometer untuk bersekolah bersama-sama dengan anak-anak Suku Sakai di pelosok Kabupaten Siak, SDN 058 Kandis.

Ralon tak mau, apa yang pernah ia alami menimpa anak-anak tersebut. Karena itu, dia bertekad membantu membangun sekolah di Dusun Sialang Harapan secara permanen. Setelah dihitung-hitung, jumlah dana dibutuhkan Rp14,5 juta.

"Padahal, uang sumbangan baru terkumpul Rp12,5 juta. Ada kekurangan Rp2 juta. Saya ngomong dengan istri, bagaimana jika kita jual untuk menutupi kekurangan biaya pembangunan. Istri setuju perhiasan emasnya dijual," kata Ralon.

Agung memberikan apresiasi dan terima kasih memuji apa yang dilakukan Bripka Ralon Manurung.

"Ini adalah aksi natural dan nyata dari seorang Bintara kita membangun sekolah ini menggunakan uang tabungannya, Bripka Ralon Manurung. Ini merupakan sesuatu sangat luar biasa, inilah nilai kita untuk saling membantu ketika saudara kita kesusahan," kata Agung.

Agung berharap, apa yang dilakukan oleh Bripka Ralon Manurung ini ini dapat berdampak lebih luas kepada masyarakat di Riau.

"Kami ingin melihat ke lapangan secara nyata, hal-hal apa yang ada. Kami ingin bekerja sama dengan guru, dengan Dinas Pendidikan, dengan dinas-dinas lain bersama-sama membangun mewujudkan Indonesia Maju," pintanya.

Selama berada di sekolah tersebut, tidak hanya murid-murid saja antusias, namun juga para orang tua murid termasuk warga. (gs1)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:GoNews Group, Umum, Riau

       
        Loading...    
           
GoNews Serang Polisi Pakai Ketapel Panah, Terduga Teroris di Siak Ditembak
GoNews Densus 88 dan Polda Riau Amankan Lima Terduga Teroris, Satu Diantaranya Ditembak Petugas di Siak
GoNews Pasca Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Polda Riau Perintahkan Seluruh Polres di Riau Perketat Penjagaan
GoNews Kombes Bhirawa Dimutasi ke Mabes Polri, Dirlantas Polda Riau Diganti Kombes Pringadi
GoNews Polda Riau Pastikan Kasus Korupsi Miliaran Dana Hibah Tahun 2012 di Bengkalis Terus Bergulir
GoNews Polri Perkuat Pengetahuan Bermedia Sosial, Divhumas Polri: Jika Mau Membersihkan Masyarakat Kita Harus Paham Dulu
GoNews Antisipasi Banjir, Ditpolairud Polda Riau Periksa Saluran Air di Sungai Siak
GoNews Cari Ikan di Perairan Riau Tanpa Izin, Tujuh Kapal Asal Sumatra Utara Ditangkap Polairud Polda Riau
GoNews Brigjen Pol Sutrisno Yudi Hermawan Jadi Wakapolda Riau
GoNews Polda Riau Targetkan Bulan Depan 68 Kasus Karhutla Sudah Diserahkan ke Kejaksaan
GoNews Gelapkan Duit Renovasi Rp6,1 Miliar, Mantan Bos Diskotik di Pekanbaru Ditangkap Polisi
GoNews Polairud Gagalkan Penyelundupan Manusia di Perairan Bengkalis
GoNews Ditpolairud Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 1.500 Belangkas dari Rohil ke Malaysia
GoNews Mulai Hari Ini Hingga 14 Hari Kedepan akan Ada Razia Operasi Zebra Muara Takus 2019 di Riau, Ini Hal yang Harus Diperhatikan
GoNews Gubernur Riau Apresiasi Langkah Polda Tembak Mati Dua Bandar Narkoba di Dumai
GoNews Rumah Anggota Polisi di Bengkalis Dimolotov OTK, Ini Persoalannya...
GoNews Sehari Sebelum Pelantikan Presiden, Ribuan Masyarakat Riau Gelar Pawai Kebudayaan di Pekanbaru
GoNews Dikejar dan Acungkan Pistol ke Polisi, Dua Bandar di Dumai Ditembak Mati
wwwwww