Pemprov Riau Belajar Pelaksanaan Pasar Murah di Gorontalo

Pemprov Riau Belajar Pelaksanaan Pasar Murah di Gorontalo
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Yulwiriati Moesa dan Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim.
Jum'at, 01 November 2019 13:43 WIB
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tertarik mempelajari pelaksanaan pasar murah yang digelar oleh Pemprov Gorontalo secara rutin pada bakti sosial NKRI Peduli. Pada kesempatan ini, Gubernur Riau, Syamsuar pun secara khusus mengutus tim Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Riau untuk menggali informasi dalam pelaksanaan pasar murah bahan kebutuhan pokok.

"Kami datang ke Gorontalo untuk mempelajari program pasar murah yang dilaksanakan oleh pak Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo. Gubernur kami menilai program tersebut sangat bagus utamanya untuk membantu masyarakat miskin dengan pasar murah bahan kebutuhan pokok dengan harga serba Rp5 ribu," kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Yulwiriati Moesa, saat bertatap muka dengan Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim di ruang kerja Wagub kompleks Gubernuran Gorontalo, Jumat (1/11/2019).

Yulwiriati menjelaskan, poin penting yang ingin dipelajari oleh Pemprov Riau yaitu terkait mekanisme dan aturan perundang-undangan terkait dengan pengelolaan pasar murah. Diutarakannya, pasar murah akan menjadi salah satu program inovatif yang akan dilaksanakan oleh Pemprov Riau.

"Program pasar murah yang dilaksanakan Pemprov Gorontalo sangat bagus. Kami belajar bagaimana mekanisme dan pengelolaannya berdasarkan aturan yang berlaku," imbuhnya.

Pada kesempatan ini juga, Wagub Idris Rahim mengatakan, pasar murah merupakan salah satu strategi Pemprov Gorontalo dalam upaya menurunkan kemiskinan di Provinsi Gorontalo. Sejauh ini, pelaksanaan bakti sosial NKRI Peduli yang terintegrasi dengan pasar murah bahan kebutuhan pokok sudah dilaksanakan sebanyak 136 kali di seluruh desa dan kelurahan di wilayah Provinsi Gorontalo. Pelaksanaan pasar murah terbukti berhasil menurunkan kemiskinan di Provinsi Gorontalo dari 17,14 persen pada tahun 2017 menjadi 15,52 persen pada Maret 2019.

"Atas keberhasilan itu pak Gubernur mendorong kabupaten/kota untuk turut menganggarkan pasar murah agar upaya penurunan kemiskinan di Gorontalo bisa dipercepat," terang Idris.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, Muhammad Nadjamudin mengucapkan rasa syukur atas pelaksanaan pasar murah yang memperoleh penilaian yang sangat baik di tingkat nasional dan menjadi sasaran studi tiru dari beberapa daerah di Indonesia.

"Ini menjadi semangat bagi kami untuk melaksanakan pasar murah lebih intensif lagi. Kepada Pemprov Riau kami sudah memberikan aturan tentang prosedur pasar murah termasuk dokumentasi pada beberapa kegiatan pasar murah," pungkasnya. (rls)

Editor:Ratna
Kategori:Pemerintahan, Riau, GoNews Group

       
        Loading...    
           
wwwwww