Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
Internasional
18 jam yang lalu
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
2
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
14 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
3
Aplikasi Android Edit Video yang Populer Ini Ternyata Sangat Berbahaya, Ayo Hapus Segera
Umum
12 jam yang lalu
Aplikasi Android Edit Video yang Populer Ini Ternyata Sangat Berbahaya, Ayo Hapus Segera
4
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
Kesehatan
16 jam yang lalu
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
5
Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Sarpras 'e-Learning'
Pendidikan
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Sarpras e-Learning
6
Berisiko Kematian, Eropa Larang Pemakaian Chloroquine Obati Pasien Covid-19, Indonesia Tetap Gunakan
Kesehatan
19 jam yang lalu
Berisiko Kematian, Eropa Larang Pemakaian Chloroquine Obati Pasien Covid-19, Indonesia Tetap Gunakan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Riau Deflasi -0,07 Persen Dipicu Menurunnya Harga Cabai

Riau Deflasi -0,07 Persen Dipicu Menurunnya Harga Cabai
Kepala BPS Riau, Misparuddin.
Jum'at, 01 November 2019 14:40 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Pada bulan Oktober 2019, Provinsi Riau mengalami deflasi sebesar -0,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 140,47. Dengan demikian Inflasi Tahun Kalender sebesar 2,76 persen, dan Inflasi Year on Year (Oktober 2019 terhadap Oktober 2018) sebesar 3,50 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Misparuddin menjelaskan, bahwa dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, dua Kota mengalami deflasi yakni Kota Pekanbaru sebesar -0,04 persen dan Kota Tembilahan sebesar -0,59 persen. Sedangkan Kota Dumai mengalami inflasi sebesar 0,05 persen.

"Deflasi Riau pada bulan Oktober 2019 sebesar -0,07 persen terjadi karena adanya penurunan indeks harga konsumen yang cukup signifikan pada kelompok bahan makanan yang mengalami deflasi sebesar -0,47 persen," kata Misparuddin di Pekanbaru, Jumat (1/11/2019).

Kemudian, diikuti kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yakni sebesar -0,09 persen , kelompok sandang sebesar -0,01 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar -0,003 persen. Sedangkan tiga kelompok lainnya mengalami inflasi yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,33 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,03 persen.

"Adapun komoditas yang memberikan andil terjadinya deflasi di Riau antara lain cabai merah, kentang, cabai rawit, cabai hijau, ikan mujair, udang basah, tarif bioskop, jeruk, daging sapi, telur ayam ras dan lain-lain," ungkapnya.

Sementara itu, komoditas yang memberi andil inflasi antara lain daging ayam ras, bawang merah, ikan serai, beras, ikan tongkol, ayam hidup, harga mobil dan lain-lain.

"Dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, tiga belas kota mengalami deflasi, dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Tembilahan sebesar -0,59 persen, diikuti oleh Kota Bengkulu sebesar -0,56 persen dan Kota Sibolga sebesar -0,37 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar -0,02 persen," tutupnya. ***


wwwwww