Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan 'New Normal'
DPR RI
7 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan New Normal
2
Protokol New Normal Driver Ojol: Penumpang Bawa Helm Sendiri
Ekonomi
6 jam yang lalu
Protokol New Normal Driver Ojol: Penumpang Bawa Helm Sendiri
3
Satgas Covid-19 DPR Tegaskan Pentingnya Satu Panduan Protokol Kesehatan Masuki 'New Normal'
DPR RI
8 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR Tegaskan Pentingnya Satu Panduan Protokol Kesehatan Masuki New Normal
4
Satgas Covid-19 DPR Terima Paparan Data Pandemi dari Kemenkes
DPR RI
7 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR Terima Paparan Data Pandemi dari Kemenkes
5
Perlindungan ABK Perikanan Lemah, KLC Desak Pemerintah Lakukan Ini...
Umum
8 jam yang lalu
Perlindungan ABK Perikanan Lemah, KLC Desak Pemerintah Lakukan Ini...
6
Bahas Persiapan New Normal, Satgas Covid-19 DPR Sambangi Menkes
Politik
8 jam yang lalu
Bahas Persiapan New Normal, Satgas Covid-19 DPR Sambangi Menkes
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pendiri Parfi 1956 Pertanyakan Kredibilitas Pengurus

Pendiri Parfi 1956 Pertanyakan Kredibilitas Pengurus
Minggu, 03 November 2019 11:31 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Merasa 'disingkir'kan oleh pengurus Persatuan Artis Film 1956, para pendiri, Ki Kusumo. Lela Anggraeni, Kamel Marvin dan Rully Jangsen mempertanyakan kredibilitas Pengurus Parfi 1956 yang dikomandani Marcella Zalianti.

"Jangankan ulang tahun organisasi, wong kita sebagai pendiri saja dilupakan. Padahal kami lah yang berjuang siang malam untuk keberadaan Parfi 1956," ujar Ki Kusumo yang diamini Lela Anggraeni, Kamel Marvin dan Rully Jangsen saat  jumpa pers di rumah makan Simpang Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/11/2019). 

Sebenarnya kata Kamel menimpali, upaya untuk menyingkirkan sudah dirasaka. Sejak pelantikan pengurus Parfi 1956 di salah satu hotel megah di kawasan Jakarta Selatan.

"Kami diamkan dulu. Masa baru berdiri sudah diributkan, tapi setelah sudah tiga tahun tidak ada upaya perbaikan sesuai tujuan pendirian Parfi 1956, ya, kami pertanyakan," ujar Kamel geram.

Apalagi kata Lela Anggraeni menambahkan nama para pendiri sengaja dihilangkan dari akte pendirian. "Ini upaya melupakan sejarah, masa kami yang berkorban siang malam, baik pikiran, tenaga dan uang. Eh, orang yang tidak ada pengorbanannya malah menikmatinya. Etika nya dimana,"kata Lela dengan nada tinggi.

Apalagi dalam perjalanannya Parfi 1956 sudah melenceng dari tujuan utama pendirian organisasi yang lahir 24 Oktober 2016.

"Mestinya mereka perkuat kedalam dulu, jangan banyak melantik pengurus DPD. La, ini pengurus kok gila melantik," tukas Kamel sengit.

Karenanya, apabila peringatan para pendiri diabaikan pengurus, maka dewan pendiri akan bersikap tegas. "Kalau peringatan keras kami kali ini tidak diindahkan. Maaf kami akan ambil alih," tegas Ki Kusumo. ***


wwwwww