Keluarga Pasutri yang Ditemukan Tewas Digantung Minta Pelaku Segera Ditangkap

Keluarga Pasutri yang Ditemukan Tewas Digantung Minta Pelaku Segera Ditangkap
ilustrasi
Senin, 04 November 2019 20:02 WIB
Penulis: Penry Nababan SH
LABUHANBATU - Personel Unit Reskrim Polsek Bilah Hilir saat ini tengah bekerja secara intensif untuk mengungkap kematian pasangan suami istri (pasutri) yang ditemukan tewas gantung diri di Jembatan Sungai Kalundang, Sabtu (2/11/2019) pagi kemarin.

Kapolsek Bilah Hilir, Iptu Krisnat, ketika dikonfirmasi, Senin (4/11/2019) menerangkan, jasad pasutri tersebut sudah diserahkan kepada pihak keluarga.

"Iya hasil otopsi di rumah sakit, kedua korban meninggal dunia akibat senjata tajam dengan luka di leher. Kita akan melakukan penyidikan lebih lanjut terkait kematian pasutri, siapa pelaku sebenarnya," tegasnya.

Sementara itu, Sriandini br Sirait, keluarga dari pasutri tersebut meminta kepada aparat kepolisian untuk dapat segera menangkap pelaku pembunuhan.

"Kami minta agar si pelaku pembunuhan itu diberi hukuman yang setimpal," terangnya.


Menurut dia, jasad kedua korban telah disemayamkan di Kampung Padang, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu.


Informasi yang diterima, jasad keduanya sebelumnya telah dilakukan autopsi di RSUD Djasamen Saragih setelah peristiwa pembunuhan terjadi. Kemudian, usai dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, jenazah dibawa ke Labuhanbatu dan tiba di RSUD Rantauprapat, Senin (24/11/2019) sekira pukul 15.00.

Usai dibersihkan, jenazah korban langsung dibawa keluarga sekira pukul 19.00.

Sebelumnya, kedua korban ditemukan warga di dekat perbatasan lahan Toko Roma dengan PT.Indospadan Jaya di Dusun Aek Nauli, Desa Kampung Padang, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Sabtu (2/11/2019).

Kedua pasutri tersebut semula diduga bunuh diri, karena posisi leher terikat dengan tali nilon dan tergantung di samping Jembatan Sungai Kalundang.

Namun kini timbul dugaan baru jika pasangan ini dibunuh. Kecurigaan ini timbul setelah jasad keduanya tiba di ruang pemulasaran RSUD Labuhanbatu. Petugas medis yang dipimpin dr Yudi, menerangkan bahwa di leher terdapat luka robek diduga bekas sajam yang terdapat di leher kedua jenazah.

“Ya bang diduga kuat luka robek adalah bekas sajam bisa pisau dan parang dengan ukuran 4 X 15 sentimeter,” ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan awal medis di rumah sakit umum, telah ditemukan luka robek di leher dengan ukuran 4 X 15 cm diduga bekas senjata tajam.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, pihak kepolisan akan membawa jenazah ke Rumah Sakit Siantar untuk melakukan autopsi.

Jika benar dugaan ini korban meninggal akibat dibunuh, maka dalam satu pekan Polres Labuhanbatu akan diuji dua kasus pembunuhan. Dan dalam satu perkara masing masing korban 2 orang.

Masyarakat Labuhanbatupun meminta agar pihak kepolisian dapat memberikan rasa nyaman dan kondusif di seluruh sudut kota sampai dusun Labuhanbatu.

Selain itu, masyarakat meminta pelaku pelaku dalam tindak yang menghilangkan nyawa dapat terselesaikan dengan secepat mungkin.

Kapolsek Bilah Hilir, Iptu Krisnat Napitupulu saat ditemui media di depan kamar jenazah Rumah Sakit Umum Labuhanbatu, membenarkan bahwa kedua jenazah ditemukan tergantung di jembatan dalam keadaan sudah tidak bernyawa, dan pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya tengah berkoordinasi dengan keluarga dari SG di Kota Binjai.

Seperti diwartakan sebelumnya, warga Dusun Aek Nauli, Desa Kampung Padang, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, seketika digegerkan atas penemuan mayat yang diketahui merupakan pasangan suami istri (pasutri), Sabtu (2/11/2019) sekira pukul 06.40.

Kapolsek menjelaskan, kedua korban yakni HG (58) dan S (56) warga Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labusel.

"Kedua korban diduga murni bunuh diri setelah melihat lidah menjulur keluar. Begitupun, kita akan selidiki lebih lanjut," jelasnya.

"Kita akan terus mendalami peristiwa ini sesuai dengan fakta-fakta di lapangan," bebernya.

Disinggung soal adanya informasi bahwa kedua korban diduga nekat mengakhiri hidupnya setelah terjadi insiden dengan warga di sekitar tempat korban tinggal, 3 hari sebelum peristiwa nahas ini terjadi, Kapolsek menjawab akan menelusurinya.

"Kita akan dalami dulu itu. Informasi itu pasti kita gunakan itu. Artinya kalau memang ada perbuatan melakukan perlawanan hukum, pasti akan kita ungkap ke masyarakat. Menyangkut nyawa manusia, kita tidak pernah main-main," tegasnya.

Editor:Penry
Kategori:Sumatera Utara, Peristiwa, Umum, GoNews Group

       
        Loading...    
           
wwwwww