Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
12 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
19 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
3
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
20 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
14 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
17 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
15 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Maki-maki dan Dorong Suami, Kepala Wanita di Pekanbaru Dibacok 4 Kali Pakai Sabit

Maki-maki dan Dorong Suami, Kepala Wanita di Pekanbaru Dibacok 4 Kali Pakai Sabit
Tim medis melakukan penanganan terhadap korban setelah diselamatkan warga dan polisi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. (foto rizky ganda sitinjak)
Senin, 04 November 2019 07:12 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU - Diumpat karena diduga selingkuh, seorang istri di Pekanbaru bernama Lusi Handayani (29) membalas dengan memaki-maki dan mendorong kepala suaminya. Namun, pembalasan suaminya ternyata lebih sadis.

Peristiwa itu terjadi pada hari Minggu (3/11/2019) sekitar pukul 18.30 Wib, di rumah Radiusman alias Buyung (37), yang berada di Jalan Lintas Timur kilometer 13, Kelurahan Mentangor, Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, Riau.

Kapolsek Tenayan Raya, Kompol M Hanafi melalui Kanit Reskrimnya, Iptu Efrin J Manulang mengatakan, awalnya Buyung meminta dipijit oleh istrinya, namun permintaannya ditolak.

Kemudian Buyung mengumpat bahwa istrinya telah selingkuh. Dimana Buyung sudah lama mencurigai istrinya selingkuh dengan pria lain, karena tingkah istrinya yang berubah dan menyebahkan rumah tangganya sering terjadi pertengkaran.

Mendengar hal itu, istri Buyung tidak senang lalu memaki-maki dan mendorong kepala Buyung menggunakan tangannya.

"Karena diperlakukan seperti itu, sang suami naik pitam dan langsung mengambil sabit dari mobil colt diesel di dekat rumahnya dan langsung mengejar korban sambil membacokkan sabit sebanyak empat kali ke kepala dan tangan korban," kata Efrin kepada GoRiau.com, Senin (4/11/2019) pagi.

Bacokan Buyung menyebabkan istrinya mengalami beberapa luka pada bagian kepala, lengan dan mata kirinya.

Tak lama berselang, anak korban bernama Fadil yang baru saja pulang ngaji melihat kejadian itu. Ia terkejut ketika sampai rumah melihat ibunya dalam keadaan bersimbah darah.

Dengan ketakutan Fadil meminta bantuan warga sekitar dan Polsek Tenayan Raya yang kebetulan tidak jauh dari rumahnya.

"Atas laporan itu, kita langsung menuju TKP. Sesampainya di TKP, petugas melihat korban sudah tidak berdaya dan selanjutnya korban langsung menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk menjalani penanganan medis dan perawatan secara intensif," lanjut Efrin.

Sementara Buyung setelah melakukan pembacokan terhadap istrinya, langsung menyerahkan diri ke Polsek Tenayan Raya dengan meminta bos tempatnya bekerja untuk mengantarnya ke Polsek.

"Dia menghubungi bosnya dan menceritakan apa yang diperbuatnya, dan meminta bosnya menyerahkan dirinya ke Polsek. Kemudian bos pelaku menyuruh anggotanya untuk menyerahkan pelaku ke Polsek. Saat ini pelaku sudah kita tahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tutup Efrin.

Atas perbuatannya Buyung dikenakan pasal pasal 44 UU RI Nomor 23 tahun 2004 ttg Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.***


wwwwww