Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'
DPR RI
21 jam yang lalu
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
2
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
13 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
3
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
20 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
4
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
21 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
5
Tak Setuju 'New Normal'? Ini Pesan Hergun...
DPR RI
15 jam yang lalu
Tak Setuju New Normal? Ini Pesan Hergun...
6
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Internasional
23 jam yang lalu
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Kejurnas Karate Babak Kualifikasi PON 2020

Siti Nurbaya Bicara Harapan di Kejurnas Karate 2019

Siti Nurbaya Bicara Harapan di Kejurnas Karate 2019
Rabu, 06 November 2019 01:58 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Dewan Penasehat Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) Siti Nurbaya Bakar meminta seluruh atlet yang tampil dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate sekaligus Babak Kualifikasi PON Papua 2020 memberikan penampilan terbaik. Dengan demikian, katanya, atlet yang tampil di PON Papua 2020 nanti akan memberikan tontotan menarik dan mengangkat prestasi olahraga karate Indonesia. 

"Selain menghadirkan tontonan kompetisi yang berkualitas, bagi atlet, bisa menjadi insan yang membanggakan. Tunjukkan penampilan terbaik dalam membela panji daerah masing-masing," ujar Siti dalam acara pembukaan Kejurnas Karate yang berlangsung di Hall Basket Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Wanita yang juga menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI ini berpesan agar semua pihak tetap berlaku adil dan sportif, baik atlet dan wasit yang mengatur jalannya pertandingan.

"Saya pesan, agar peran wasit harus berdasar pada netralitas dan tidak berpihak pada kontingen daerah atau kepentingan tertentu yang berpotensi merugikan atlet. Untuk atlet tunjukkan diri anda sebagai karateka sejati, tangkas, dan berjiwa besar," ucap Siti.

Dalam event ini PB Forki memakai peraturan pertandingan yang telah ditetapkan PB Forki dan Federasi Karate Dunia (WKF). Untuk kumite misalnya, akan menggunakan pranata "double knock down", sementara nomor kata akan memakai pranata pertandingan Kata WKF 2019.

Sebanyak 410 atlet tercatat mengikuti kejuaraan ini untuk memperebutkan tiket ke PON Papua, mereka terdiri dari 231 karateka putra dan 179 karateka putri.

Kejurnas ini mempertandingkan 15 kelas, yaitu kata putra dan putri, baik perorangan dan beregu, serta enam kelas kumite putra -55kg, -60kg, -67kg, -75kg, -84kg, dan +84kg, dan lima kelas kumite putri, yaitu -50kg, -55kg, -61kg, -68kg, dan +68kg.

"Atlet yang berada di peringkat 1-8 di setiap nomor kejurnas Pra-PON, berhak untuk tampil mewakili daerahnya di PON 2020 Papua," kata Sekjen PB Forkiu, Raja Sapta Ervian. ***


wwwwww