41.488 Warga di Sumbar Mengidap Kegemukan

41.488 Warga di Sumbar Mengidap Kegemukan
Peringatan Hari Kesehatan Nasional di halaman kantor gubernur, Rabu (6/11/2019). (foto: ist/harianhaluan.com)
Kamis, 07 November 2019 11:54 WIB
PADANG - Selain hipertensi dan diabetes, obesitas ternyata juga menjadi salah momok mematikan yang mengancam masyarakat Sumatera Barat. Berdasarkan data terakhir Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar, sebanyak 1,2 persen atau 41.488 orang dari 3,8 juta penduduk Sumbar mengidap obesitas atau kegemukan yang berlebihan. Banyaknya pengidap obesitas di Sumbar diduga karena pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat.

Dikutip dari harianhaluan.com, Kepala Dinkes Sumbar, Merry Yuliesday mengatakan, angka tersebut didapat dari warga yang datang berobat ke Puskesmas dan rumah sakit, yang hanya sekitar 25 persen dari total penduduk Sumbar. Pendataan pun hanya dilakukan terhadap masyarakat berusia 15 tahun ke atas atau sekitar 70 persen dari total penduduk Sumbar.

"Kalau dilihat dari segi persentasenya, jumlah pengidap obesitas di Sumbar memang terbilang kecil. Tapi jika dilihat jumlah riilnya, maka itu termasuk besar. Dan yang terdata itu pun hanya yang pernah berobat ke rumah sakit atau Puskesmas. Yang tidak berobat dan tidak terdata, mungkin malah lebih banyak," kata Merry saat menghadiri acara peringatan Hari Kesehatan Nasional, di halaman kantor gubernur, Rabu (6/11/2019).

Obesitas di Sumbar, ujarnya, tak terlepas dari pola makan yang tidak sehat. Ditambah lagi, sebagian besar masyarakat malas mengonsumsi sayur. "Masyarakat Sumbar itu, sudahlah makanannya banyak mengandung santan dan bergulai, malas pula makan sayur dan buah segar. Jelas saja banyak penyakitnya," katanya.

Selain itu, pola pikir masyarakat yang menganggap bahwa bayi gemuk menandakan bahwa ia sehat, perlu diperbaiki. Bayi dengan berat badan berlebih, menurut Merry, justru patut diwaspadai. Bagaimana pun, bayi dengan berat badan berlebih, saat dewasa akan berpotensi mengidap diabetes dan obesitas.

"Hal ini yang harus diperhatikan oleh para orang tua. Sekarang orang tua malah senang jika melihat anaknya gemuk dan banyak makan. Padahal gemuk itu berpenyakit. Kalau punya bayi, yang standar-standar sajalah berat badannya, tidak terlalu gemuk, tidak pula terlalu kurus," tuturnya.

Untuk itu, selain menjaga pola makan serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur, Merry juga mengimbau masyarakat Sumbar untuk senantiasa berolahraga. "Perbanyak gerak, sering-sering olahraga. Atur diet dan pola makan. Kurangi konsumsi makanan berlemak dan banyak mengandung garam. Dan yang terakhir, berhenti merokok," katanya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. Ia mengajak masyarakat Sumbar untuk menerapkan budaya hidup sehat, dan meninggalkan kebiasaan atau perilaku yang kurang sehat. Ia mengajak semua komponen bangsa, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan swasta berperan serta dalam upaya kesehatan, dan lebih memprioritaskan program yang bersifat promotif-preventif serta semakin menggalakkan serta melembagakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

"Pada momentum HKN ini, marilah kita wujudkan kesehatan dimulai dari diri kita sendiri, keluarga, lingkungan, dan tempat kerja dengan melakukan gerakan peduli sehat. Sebab kalau kita sehat, maka pikiran pun menjadi sehat. Tentunya Indonesia akan menjadi bangsa yang produktif dan penuh dengan inovasi yang membangun," katanya. (h/mg-dan/hln)

Editor:arie rh
Sumber:harianhaluan.com
Kategori:GoNews Group, Umum, Sumatera Barat

       
        Loading...    
           
wwwwww