Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
Peristiwa
24 jam yang lalu
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
2
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
Olahraga
21 jam yang lalu
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
3
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
Peristiwa
23 jam yang lalu
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
4
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
Sepakbola
22 jam yang lalu
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
5
Gol Saltonya Terbaik, Widodo Terimakasih Kepada Netizen
GoNews Group
22 jam yang lalu
Gol Saltonya Terbaik, Widodo Terimakasih Kepada Netizen
6
Dikalahkan Bhayangkara FC, Persija Akan Lakukan Evaluasi
Sepakbola
21 jam yang lalu
Dikalahkan Bhayangkara FC, Persija Akan Lakukan Evaluasi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kadis Kominfo Statistik dan Persandian Pekanbaru Diperiksa Kejati Riau Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Video Wall

Kadis Kominfo Statistik dan Persandian Pekanbaru Diperiksa Kejati Riau Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Video Wall
Firmansyah Eka Putra keluar dari ruang penyelidikan. (foto rizki ganda sitinjak)
Kamis, 07 November 2019 19:41 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU- Kepala Dinas (Kadis) Kominfo, Statistik dan Persandian Kota Pekanbaru, Riau, Firmansyah Eka Putra dipanggil Jaksa Penyelidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, untuk mengklarifikasi dugaan korupsi pengadaan video wall pada Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru, yang dianggarkan di Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian Kota Pekanbaru 2017 lalu.

Pantauan GoRiau di lapangan, Firmansyah tiba di Kejati Riau sekitar pukul 09.00 dan keluar dari ruang penyidik sekitar pukul 16.00 WIB. Ia keluar dengan mengenakan baju batik berwarna coklat dengan wajah yang tidak bersemangat atau lesu.

Namun saat diwawancarai wartawan, Firmansyah Eka Putra masih mau meladeni, dan mengatakan dipanggil Jaksa untuk mengklarifikasi masalah pengadaan video wall di Kominfo tahun 2017 lalu, dimana besar nggarannya sekitar Rp4,4 miliar.

"Tadi kejaksaan minta keterangan, seperti apa tahapan-tahapan pengadaan video wall ini. Ya video wall ini kan kita beli melalui katalog, jadi semua prosesnya untuk 24 unit kamera CCTV itu kita jelaskan secara detail," kata Firmansyah kepada wartawan, Kamis (7/11/2019) sore.

Selanjutnya saat disinggung mengenai isu barang yang dibeli merupakan barang dari black market, Firmansyah membantah hal tersebut, karena menurutnya Ia membeli di katalog secara resmi.

"Kejaksaan tentu merespon seluruh pengaduan masyarakat. Tapi begitu ada pengaduan kita beli di black market, kita tunjukkan. Kita beli resmi kok di katalog. Ini kontraknya, ini ordernya, ini barangnya. Semua dokumen yang membuktikan kalau kita beli resmi. Sistem purchasing, katalog kan milik pemerintah, kita beli di sana," tandasnya.

Sementara Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Riau, Muspidauan, membenarkan kedatangan Firmansyah ke Kejati Riau, untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan korupsi itu.

"Iya dia datang untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan korupsi pengadaan video wall di Pemko Pekanbaru," singkat Muspidauan.

Untuk diketahui, dana pengadaan video wall itu dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Pekanbaru 2017 sebesar Rp 4.448.505.418 yang diduga terjadi mark up. Adapun pengadaan video wall bertujuan untuk pengadaan video wall bertujuan untuk mengusung visi Kota Pekanbaru sebagai smart city.

Dana itu untuk pembelian puluhan CCTV atau kamera pengawas memantau aktivitas di sejumlah sudut Kota Pekanbaru selama 24 jam non stop. Total ada 37 unit kamera pengawas yang kondisinya sudah terkoneksi dengan Command Centre di Pekanbaru. Dari jumlah itu, 34 di antaranya sudah bisa memperlihatkan pantauan terkini. ***


wwwwww