Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lembaga Penyiaran harus Mampu Memperkuat Ideologi Bangsa
Politik
18 jam yang lalu
Lembaga Penyiaran harus Mampu Memperkuat Ideologi Bangsa
2
169 Tetangga HRS Rapid Test, Polisi: Hasilnya Nonreaktif Semua
Kesehatan
15 jam yang lalu
169 Tetangga HRS Rapid Test, Polisi: Hasilnya Nonreaktif Semua
3
RPP Badan Usaha Desa Akan Dibahas Lintas Kementerian
Ekonomi
22 jam yang lalu
RPP Badan Usaha Desa Akan Dibahas Lintas Kementerian
4
Pandemi, Penganguran di Indonesia Tembus 9,77 Juta Orang
Ekonomi
23 jam yang lalu
Pandemi, Penganguran di Indonesia Tembus 9,77 Juta Orang
5
Syarief Hasan: Empat Pilar Anugerah Besar Bangsa Indonesia Yang Harus Dijaga
MPR RI
24 jam yang lalu
Syarief Hasan: Empat Pilar Anugerah Besar Bangsa Indonesia Yang Harus Dijaga
6
Wakil Ketua DPD RI Tekankan Netralitas dalam Pilkada
DPD RI
24 jam yang lalu
Wakil Ketua DPD RI Tekankan Netralitas dalam Pilkada
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Medsos Calon ASN Dipantau, Kemanpan-RB Pastikan Tolak jika Ada Postingan Anti NKRI dan Pancasila

Medsos Calon ASN Dipantau, Kemanpan-RB Pastikan Tolak jika Ada Postingan Anti NKRI dan Pancasila
Dok. Kompas
Selasa, 12 November 2019 21:24 WIB
JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) memastikan, peserta tes CPNS yang memosting anti-NKRI dan Pancasila di media sosial (medsos) tidak akan diluluskan.

Usai penandatanganan bersama dengan 12 kementerian dan lembaga negara di Hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa (12/11/2019, Sekretaris Kemenpan-RB, Dwi Wahyu Atmaji mengatakan, "Pokoknya anti-NKRI, (anti) Pancasila, tidak lolos,".

Dilansir dari Kompas.com, sebelum pelaksanaan tes CPNS, Kemenpan-RB sudah meminta Polri untuk membantu proses 'screening' peserta CPNS. Salah satunya, yakni menyasar pada Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Kemanpan-RB menilai, faktor hasil penelusuran SKCK juga menjadi pertimbangan lolos tidaknya peserta CPNS.

"Lalu di dalam tes SKB (seleksi kompetensi bidang), itu diharapkan masing-masing instansi melakukan penelusuran rekam jejak para calon dengan berbagai cara, salah satunya pemantauan medsos," kata Dwi.***

Editor:Muhammad Dzulfikar
Sumber:Kompas.com
Kategori:DKI Jakarta, Politik, Pemerintahan, Peristiwa, GoNews Group
wwwwww