Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
19 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
2
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
20 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
3
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
4
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
18 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
5
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
20 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
6
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
Ekonomi
16 jam yang lalu
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tak Berpotensi Tsunami, Gempa 5,1 di Maluku Akibatkan Satu Warga Meninggal, Mall dan Masjid Rusak

Tak Berpotensi Tsunami, Gempa 5,1 di Maluku Akibatkan Satu Warga Meninggal, Mall dan Masjid Rusak
Bangunan Masjid Rusak akibat gempa. (Antara)
Rabu, 13 November 2019 08:51 WIB
MALUKU - Gempa bumi bermagnitudo 5,1 di Pulau Seram, Maluku, mengakibatkan tiga bangunan rusak ringan. Selain itu, satu orang meninggal dunia karena serangan jantung saat terjadi gempa.

"Berikut ini dampak kerusakan dalam kategori rusak ringan yang telah diidentifikasi di lapangan, Rumah Susun Waiheru di Kecamatan Baguala, Kota Ambon; Gedung Maluku City Mall; Masjid di Gunung Malintang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, dalam keterangannya, Rabu (13/11/2019).

Seorang warga Kampung Jawa, Ambon, bernama Ibrahim Bugis meninggal saat kejadian gempa pada Selasa (12/11) sekitar pukul 19.10 WIT. Dia diduga meninggal karena serangan jantung.

"Korban diduga mengalami serangan jantung setelah kaget dengan goncangan gempa yang dirasakan di Kota Ambon pada IV MMI," kata Agus.

Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Tetapi, getaran yang kuat menimbulkan kepanikan warga.

Saat ini BPBD Kota Ambon mendirikan tenda di dekat RS GPM Ambon untuk mengantisipasi gempa susulan.

"Gempa sempat menimbulkan kepanikan warga, khususnya mereka yang dirawat di RS GPM Ambon. Merespons kondisi tersebut, BPBD Kota Ambon berinisiasi untuk mendirikan tenda di sekitar rumah sakit. Upaya lain, BPBD provinsi terus melakukan koordinasi dengan tiga wilayah yang sebelumnya terdampak gempa, yaitu Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat," kata Agus.Baca juga: Getaran Gempa M 5,1 Terasa Kuat, Warga Ambon Berlarian

Sebelumnya BMKG melaporkan gempa dengan M 5,1 terjadi pada Selasa (12/11) pukul 19.10 WIT. Gempa tersebut berlokasi di 16 km selatan Kairatu-Seram Bagian Barat, 30 km timur laut Ambon. Pusat gempa ada di kedalaman 10 km.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, DKI Jakarta, Maluku

wwwwww