Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan 'Jasa' Prostitusi Hana Hanifah
Hukum
21 jam yang lalu
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan Jasa Prostitusi Hana Hanifah
2
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
Ekonomi
16 jam yang lalu
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
3
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
Peristiwa
20 jam yang lalu
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
4
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
Politik
21 jam yang lalu
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
5
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
DPR RI
22 jam yang lalu
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
6
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Politik
22 jam yang lalu
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ingin Ucap Syahadat, Pria Difabel Ini Bela-belain Terbang dari Bosnia ke Indonesia

Ingin Ucap Syahadat, Pria Difabel Ini Bela-belain Terbang dari Bosnia ke Indonesia
Kamis, 14 November 2019 18:48 WIB
JAKARTA - Hidayah telah menyapa Zoran Ludgiv, 32 tahun. Difabel ini rela datang jauh-jauh dari Bosnia ke Indonesia untuk mengucap ikrar syahadat.

Zoran menjalani proses menjadi mualaf di bawah bimbingan Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Risman Mochtar.

Pengucapan syahadat berlangsung di kantor PP Muhammadiyah Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa, 12 November 2019.

Zoran datang seorang diri dari negaranya, Bosnia-Herzegovina. Sebelumnya, difabel ini sempat menjalin komunikasi dengan salah satu pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bengkulu lewat Facebook.

"Beliau (Zoran) mengharapkan bantuan untuk masuk Islam," kata Risman, dikutip dari Muhammadiyah.id.

Menurut Risman, Zoran meminta sendiri prosesi pengucapan syahadat dilakukan di kantor PP Muhammadiyah Jakarta. Zoran tidak asing lagi dengan Jakarta karena sebelumnya pernah berkunjung. "Semua, memakai biaya dari Zoran," kata Risman.

Zoran merupakan satu dari sekian banyak mualaf yang dibimbing Majelis Tabligh PP Muhammadiyah. Banyak mualaf dari Jepang, Korea, Belanda hingga Nigeria yang memeluk Islam lewat bantuan Muhammadiyah.

Sayangnya, kata Risman, belum ada database untuk mendata mereka. "Ini salah satu kekurangan dan kelemahan kita, semoga nanti bisa kita perbaiki," ucap dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:dream.co.id
Kategori:DKI Jakarta, Peristiwa, Umum, GoNews Group

wwwwww