Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
14 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
2
Fraksi PAN minta Kalung Anticorona Diteliti
Kesehatan
1 jam yang lalu
Fraksi PAN minta Kalung Anticorona Diteliti
3
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
46 menit yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
4
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
38 menit yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
5
Kandasnya Indonesia Menjadi Acuan Harga Timah Dunia
Opini
56 menit yang lalu
Kandasnya Indonesia Menjadi Acuan Harga Timah Dunia
6
Anis Byarwati: UMKM Terbukti Tahan Goncangan Krisisi Ekonomi
Politik
31 menit yang lalu
Anis Byarwati: UMKM Terbukti Tahan Goncangan Krisisi Ekonomi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

BMKG Belum Cabut Status Peringatan Tsunami Akibat Gempa Maluku

BMKG Belum Cabut Status Peringatan Tsunami Akibat Gempa Maluku
Ilustrasi. (net)
Jum'at, 15 November 2019 01:42 WIB
JAKARTA - Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga Jumat dinihari pukul 01.08 WIB belum mencabut status potensi tsunami pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara pada Kamis malam sekitar pukul 23.17 WIB.

Gempa tersebut dirasakan di sejumlah daerah seperti Halmahera (Maluku Utara), Kota Bitung (Sulut), dan Kota Ternate (Malut).

BMKG awalnya melaporkan gempa terjadi dengan magnitudo 7,4. Kemudian BMKG memutakhirkan bahwa gempa terjadi dengan magnitudo 7,1.

Gempa dirasakan dalam skala IV-V MMI yang artinya gempa dirasakan banyak. Lokasi pusat gempa ini berada di koordinat 1,67 Lintang Utara dan 126,39 Bujur Timur. Pusat gempa ini berlokasi di 137 km barat laut Jailolo, Malut dengan kedalaman 73 km.

BMKG pun mengingatkan ada pemerintah daerah dan masyarakat di tiga daerah yang berpotensi tsunami, yakni Halmahera, Kota Bitung, dan Kota Ternate karena berstatus waspada.

Namun, pada pukul 23.33 WIB, BMKG mencabut status waspada di Kota Halmahera dan Kota Ternate.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:antara
Kategori:GoNews Group, Umum, Peristiwa, DKI Jakarta, Maluku Utara

wwwwww