Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan 'Jasa' Prostitusi Hana Hanifah
Hukum
21 jam yang lalu
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan Jasa Prostitusi Hana Hanifah
2
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
Ekonomi
15 jam yang lalu
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
3
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
Peristiwa
20 jam yang lalu
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
4
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
Politik
20 jam yang lalu
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
5
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
DPR RI
21 jam yang lalu
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
6
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Politik
21 jam yang lalu
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jokowi Tak Punya Nyali Terbitan Perppu KPK, Jazilul Fawaid: Ini Bukan Soal Berantem

Jokowi Tak Punya Nyali Terbitan Perppu KPK, Jazilul Fawaid: Ini Bukan Soal Berantem
Sabtu, 16 November 2019 16:30 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
BALI - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dari Fraksi PKB, Jazilul Fawaid, menyebut bukan soal nyali ketika Presiden Jokowi tak kunjung terbitan Perppu KPK.

"Itu istilahnya, ini bukan soal berantem, ini soal kemaslahatan. Ini biar Pak Jokowi betul-betul mengambil keputusannya secara objektif, nggak usah ditekan-tekan!" kata Jazilul di Bali, Jumat (15/11/2019) malam.

Beberapa saat sebelumnya, Ketua Fraksi Demokrat MPR RI, Benny Kabur Harman menyinggung nyali Presiden Jokowi untuk menerbitkan Perppu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyusul UU KPK hasil revisi yang ditentang banyak pihak.

Menanggapi hal itu, Jazilul menyatakan pemaklumannya terhadap pernyataan Benny, karena semua punya ukuran dan kewenangan masing-masing. Tapi, "Ya saling menghormatilah antar lembaga negara. Bukan soal bernyali tidak bernyali, semua diukur berdasarkan evaluasi arah ke depan,".

"Nah, Pak Jokowi kalau nggak punya arah ke depan juga nggak akan dipilih. Itu membuktikan Pak Jokowi punya arah," kata Jazilul.

PKB, kata Jazilul, mengajak seluruh pihak untuk bersabar dan menilai hasil dari UU KPK hasil revisi tersebut. Menurutnya, bagaimana bisa menilai jelek jika UU tersebut belum cukup dilaksanakan?.

"Jangan su'uzhon terus, istilah orang pesantren. Wong belum dijalani,!" ujar Jazilul.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta, Bali

wwwwww