Banjir Bandang di Agam, Belasan Rumah, 1 Masjid dan 1 Madrasah Rusak

Banjir Bandang di Agam, Belasan Rumah, 1 Masjid dan 1 Madrasah Rusak
Ilustrasi: Kerusakan akibat banjir bandang di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat pada Rabu (20/11/2019) malam. (foto: ist/WAGrup/tribunpadang.com)
Kamis, 21 November 2019 18:49 WIB
PADANG - Belasan rumah warga, satu masjid dan satu madrasah ikut terdampak akibat banjir bandang di di Galapung, Tanjung Sani, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), yang terjadi Rabu (20/11/2019) malam.

Di samping itu, seperti dikutip dari TribunPadang.com, akses jalan di Galapung, Tanjung Sani tertutup material longsor menyusul banjir dan longsor atau banjir bandang melanda daerah itu.

Sebelumnya, material longsor ini menutupi badan jalan sepanjang 100 meter dengan ketinggian mencapi 10 meter lebih.

Akibat longsor dan banjir di Galapuang, Tanjung Sani, Agam ini, 13 rumah, satu madrasah dan satu rumah ibadah masjid menjadi rusak.

"Di daerah Galapuang, Tanjung Sani terjadi banjir dan longsor yang menyebabkan 13 rumah, satu madrasah dan satu masjid menjadi rusak," kata Camat Tanjung Raya, Handria Asmi dilansir TribunPadang.com mengutip Kompas.com.

Handria Asmi menambahkan, sejak Rabu malam sudah dilakukan upaya membersihkan material.

Namun upaya tersebut terhenti karena masih hujan dan penerangan yang minim.

"Tadi malam sudah kita lakukan pembersihan material, namun karena kondisi cuaca yang masih hujan dan ditambah penerangan tidak ada maka dihentikan. Pagi ini dilanjutkan," kata Handria.

Handria mengatakan, selain melakukan pembersihan material longsor, pihaknya juga sekaligus akan melakukan pendataan kerusakan baik rumah maupun areal pertanian dan kerugian lainnya.

Bukan saja merusak rumah hingga masjid, hujan deras terjadi di Agam, Rabu (20/11/2019) juga menyebabkan seorang warga meninggal dunia.

Warga yang meninggal bernama Sutan Palindih (35). Ia meninggal setelah tergelincir saat memasang pukat di Danau Maninjau.

"Saat itu hujan deras, korban sedang memasang pukat di Danau Maninjau. Diduga karena tergelincir, korban terjatuh ke danau," kata Camat Tanjung Raya, Handria Asmi yang dihubungi Kompas.com, Kamis (21/11/2019) pagi.

Handria mengatakan, setelah dilakukan pencarian sekitar satu jam oleh tim BPBD, Satpol PP dan Damkar, tim dari kecamatan dan nagari, akhirnya korban ditemukan tidak jauh dari pintu PLTA Maninjau.

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan kemudian dibawa langsung ke rumah duka," kata Handria.(tpc)

Editor:arie rh
Sumber:tribunpadang.com
Kategori:Uncategories

wwwwww