Tragis, Bocah Korban Pedofil di Padang Idap Kanker Rektum Stadium 4

Tragis, Bocah Korban Pedofil di Padang Idap Kanker Rektum Stadium 4
ilustrasi. (foto: internet)
Rabu, 27 November 2019 18:53 WIB
PADANG - Tragis. Seorang bocah perempuan di Padang mengidap kanker rektum stadium 4 akibat menjadi korban pedofilia. Pelaku pencabulan kini dalam pengejaran polisi.

Cerita pilu korban pedofilia itu beredar luas di media sosial. Sejumlah pihak mendorong pelaku segera ditangkap dan menyerukan bantuan untuk biaya perawatan korban.

Dikutip dari detikcom, salah satu pihak yang mendampingi kasus pedofilia itu adalah Komunitas Pemuda Padang Berhijrah. Wina Wahyuni selaku founder gerakan menjelaskan, awal mula bocah perempuan di Padang itu dicabuli oleh pelaku.

"Itu kejadiannya dari tahun 2018, tapi korban ini belum ada cerita ke orang tuanya bahwa dia dicabuli, dicabuli ini udah sering, bukan sekali saja, udah sering karena yang melakukan tetangganya sendiri di rumah neneknya," kata Wina saat dihubungi, Rabu (27/11/2019).

Menurut Wina, korban sudah mulai sakit-sakitan sejak akhir 2018. Puncaknya, korban mengalami pendarahan hebat pada Maret 2019.

"Ketika itu orang tua awalnya menyangka itu menstruasi kan, ternyata bukan, karena darahnya bau dan udah berbulan-bulan sampai bulan Juni, tiga bulanan lah, jadi setelah itu dibawa ke berobat ke bidan," ujar Wina.

Setelah dibawa ke bidan, korban belum terbuka kepada keluarga mengenai kejadian sebenarnya. Korban tak mau menceritakan kejadian pencabulan itu karena diancam oleh pelaku.

"Namun akhirnya dia cerita semua dibongkar, semua dicabuli sama ini," ujar dia.

Beberapa hari setelah itu, kondisi korban semakin menurun. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Universitas Andalas.

"Bulan Juli dirawat selama 20 hari di sana, sempat koma," imbuh dia.

Korban kemudian menjalani visum di rumah sakit tersebut. Pihak keluarga juga langsung melaporkan kejadian pencabulan itu ke polisi.

Namun, saat polisi bergerak melakukan penyelidikan, terduga pelaku kabur. Sampai saat ini belum ada keterangan mengenai keberadaan pelaku.

"Keluarga mulai mengadu ke polisi tapi ketika mencari saksi, memanggil saksi di sana pelaku kabur karena dia mendengar bahwa dia dilaporkan, di sana dia kabur," ujar dia.

Menurut Wina, pelaku ini merupakan tetangga rumah nenek korban. Korban kerap bertemu pelaku karena sering menawarkan jajanan gorengan. Korban diketahui sempat berjualan gorengan.

"Kalau gorengan tidak habis, neneknya bakal marah. Jadi gorengan ini dibeli sama orang yang cabul tadi asalkan tadi mau dicabuli, dipanggil dia," ujar dia.

Kondisi korban saat ini sudah tidak bisa berjalan. Rencananya, korban akan dibawa ke Jakarta tapi pihak rumah sakit tidak memberikan rujukan.

"Hari Jumat (rencananya ke Jakarta), di sini kami tidak mendapatkan rujukan," ujar Wina.

Dalih pihak rumah sakit tidak memberikan rujukan karena korban merupakan pasien BPJS. Sedangkan jika dirujuk, korban harus dirawat di pelayanan umum.

"Kalau memang ke Jakarta, umum. (Tapi) kami percaya bakal ada jalan," imbuh Wina. (knv/dtc)

Editor:arie rh
Sumber:detikcom
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat

wwwwww