Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
Hukum
12 jam yang lalu
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
2
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
Hukum
13 jam yang lalu
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
3
Ini Tiga Masalah Dibalik Kebijakan New Normal Menurut Fadli Zon
Politik
11 jam yang lalu
Ini Tiga Masalah Dibalik Kebijakan New Normal Menurut Fadli Zon
4
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
8 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
5
Survei Indometer: 34 Nama Potensial ke Nasional, dari Riau Muncul Nama Instiawati Ayus
Politik
16 jam yang lalu
Survei Indometer: 34 Nama Potensial ke Nasional, dari Riau Muncul Nama Instiawati Ayus
6
Misbakhun Yakin New Normal Akan Bangkitkan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19
Politik
12 jam yang lalu
Misbakhun Yakin New Normal Akan Bangkitkan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19
Home  /  Berita  /  GoNews Group
SEA Games XXX Filipina 2019

Tiga Petarung Wushu Indonesia Siap 'Perang' di WTC Manila

Tiga Petarung Wushu Indonesia Siap Perang di WTC Manila
Ade Permana
Senin, 02 Desember 2019 23:41 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MANILA - Demi meraih emas sekaligus mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya, tiga petarung wushu Indonesia siap 'perang' dalam pertandingan final Sanda putra melawan petarung tuan rumah Filipina yang akan digelar di World Trade Centre (WTC) Manila, Filipina, Selasa, 3 Desemeber 2019 siang.

Ketiga petarung yang tampil di final tersebut yakni Ade Permana, Laksamana Pandu dan Yusuf Widiyanto. Di semifinal, Ade yang turun di kelas 48kg mengalahkan Aung Myo Tun dari Myanmar dengan skor 2-0.

Sukses Ade diikuti Laksamana Pandu yang turun di kelas 52kg dengan mengalahkan mengalahkan Khavy (Laos) dengan skor 2-0 dan Yusuf Widiyanto di kelas 56kg sukses menyingkirkan wakil Vietnam, Van Y Nghiem juga dengan skor 2-0.

Di final, Ade Permana lawan wakil Filipina Jessie Mandigal Aligaga. "Saya sudah mempelajari permainan Jessie Mandigal. Dan, saya sudah siap 'perang' untuk bisa merebut medali emas," kata Ade Permana yang ditemui di ruang latihan WTC Manila.

Memang tidak mudah mengalahkan Jessi Mandigal yang tampil di hadapan publiknya. Apalagi, Jessi sudah matang dalam pengalaman bertanding. "Ya, Jessi memang sudah berpengalaman. Tapi, saya tidak akan pernah gentar menghadapinya. Dan, saya sudah menyiapkan strategi," tegas Ade yang memiliki banyak dasar beladiri.

Trio petarung wushu Indonesia yakni Ade (tengah), Laksamana (kiri) dan Yusuf (kanan).

Sementara itu, Laksamana Pandu juga menyatakan kesiapannya untuk menghadapi petarung wushu tuan rumah, Filipina Amel Rosa yang merupakan peraih perak Kejuaraan Dunia Wushu China 2019 lalu.

"Saya memang tidak sempat berhadapan dengan Amel Rosa di China lalu karena saat itu Indonesia hanya dapat jatah lima atl;et saja. Tapi, saya tidak pernah gentar dengan prestasinya itu. Dan, saya juga sudah mempelajari seluruh pertandingannya, Kita lihat saja nanti. Yang pasti, saya akan tampil habis-habisan demi mewujudkan keinginan menyumbangkan medali emas bagi Kontingen Indonesia," kata Laksamana Pandu.

Hal yang sama juga dilontarkan peraih perunggu Asian Games Jakarta Palembang 2018, Yusuf Widiyanto yang akan menghadapi Francisco Solis dari Filipina. "Ya, saya juga akan tampil habis-habisan. Ini kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk bisa merebut medali emas," timpalnya.

Pada pertandingan semifinal itu, Indonesia menempatkan lima petarung. Dua perarung lagi yakni Rosalinda yang turun di kelas 48kg putri harus mengakui ketangguhan atlet Vietnam Thi Chinh Nguyen dengan skor 2-0. Dan, Abdul Haris dikalahakan wakil Thailand, Kitisak dengan skor 2-1 di kelas 65kg. ***


wwwwww