Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
7 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
2
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
3
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
4
XL Axiata Ajak Mahasiswa Pahami Dunia Bisnis
Ekonomi
24 jam yang lalu
XL Axiata Ajak Mahasiswa Pahami Dunia Bisnis
5
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Pendidikan
8 jam yang lalu
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
6
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
22 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Home  /  Berita  /  GoNews Group
SEA Games XXX Filipina 2019

Ini Permintaan Ayah Edgar Xavier Sebelum Meninggal

Ini Permintaan Ayah Edgar Xavier Sebelum Meninggal
Selasa, 03 Desember 2019 17:18 WIB
Penulis: Azhari Nasution

MANILA - Ternyata Edgar Xavier Marvelo sempat berbicara dengan ayahnya, Lo Tjhiang Meng (Ameng) sebelum wafat Selasa, 3 Desember 2019 pukul 01.00 WIB. Dia diminta untuk tidak meninggalkan olahraga wushu dan terus berlatih untuk meraih prestasi terbaik.

"Ya, saya memang sempat berbicara dengan papa sebelum alat bantu medisnya dicabut. Dan, papa berpesan agar saya tidak meninggalkan wushu dan tampil lebih baik lagi untuk bisa meraih emas pada SEA Games Filipina 2019," kata Edgar Xavier Marvelo sembari menahan isak tangis keoada wartawan usai acara pengalungan medali di Hall A World Trade Centre (WTC) Manila, Filipina, Selasa (3/12/2019).

Ya, Edgar memang sangat dekat dengan kedua orang tuanya. Terakhir, sang ayah sempat menyaksikannya saat tampil mempersembahkan 3 medali emas pada Kejuaraan Dunia Wushu di China 2019. "Papa dan mama memang sengaja datang ke China untuk memberikan dukungan kepada saya," kata Edgar sembari mengungkap ayahnya mengidap penyakit jantung.

Edgar Xavier memang cukup tegar. Dia mampu menampilkan yang terbaik pada saat kehilangan ayahnya. Berkat penampilannya yang apik itu, Tim Wushu Indonesia mampu memenuhi target 2 emas dari nomor Taulo.

"Ya, kita tidak tidur sampai pukul 06.00 pagi sebelum mengambil keputusan untuk memberitahukan kabar duka tersebut. Saat itu, kita terus memberikan pengertian dan memintanya untuk meluapkan kesedihan sebelum tampil. Akhirnya, Edgar sempat mau menumpahkan kesedihan selama setengah jam sebelum pertandingan. Alhamdulilah dia tegar dan mampu mengatasi kesedihan sehingga tidak mengganggu penampilannya," kata pelatih kepala Tim Wushu Indonesia, Novita. ***


wwwwww