Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bak 'Kuburan', Hari Pertama Lebaran, Objek Wisata TMII Lengang
Peristiwa
23 jam yang lalu
Bak Kuburan, Hari Pertama Lebaran, Objek Wisata TMII Lengang
2
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
16 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
3
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
3 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
4
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
4 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
5
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
4 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
6
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
4 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Home  /  Berita  /  GoNews Group
SEA Games XXX Filipina 2019

Masyarakat Filipina Tidak Khawatirkan Badai Tysoy

Masyarakat Filipina Tidak Khawatirkan Badai Tysoy
Selasa, 03 Desember 2019 16:53 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MANILA - Sejumlah masyarakat Filipina menilai Typhoon Kammuri atau badai Tysoy tidak berbahaya. Makanya, mereka tetap melakukan aktifitas dan pertandingan yang digelar di Manila tetap dilangsungkan

"Badai Tysoy ini sudah biasa dan selalu datang di bulan Desember. Biasanya, angin kencang disertai hujan. Tidak perlu khawatir karena tidak berbahaya," kata Yong Umali, ibu salah seorang atlet wushu Filipina di World Trade Centre (WTC) Manila, Selasa (3/12/2019).

Hal yang sama juga dilontarkan RIcardo, sopir mobil online. "Badai Tysoy itu sudah biasa datang di akhir tahun. Anginnya memang sedikit kencang dan disertai hujan tetapi tidak berpengaruh dengan kegiatan. Lihat saja semua masyarakat Filipina tetap melakukan aktivitasnya," jelas Ricardo.

"Tak ada masalah dengan badai Tysoy. Hanya angin dan hujan saja kok," kata Dea, salah seorang volenteer SEA Games yang juga pernah menjadi relawan bencana badai Yolanda pada tahun 2013.

Baik Yong Umali, Ricardo dan Dea mengakui masyarakat Filipina sudah terbiasa dengan badai. Ketiganya menyebut ada sekitar 20 lebih badai yang melanda Filipina setiap tahun.

"Badai yang datang itu diberi nama sesuai dengan alfabet. Dan, badai yang paling berbahaya itu badai Yolanda yang menewaskan 5 ribu lebih di daerah Taklabon Civayas tahun 2013," terang Dea yang tinggal di Metro Manila.

"Biasanya badai Tysoy ini paling lama dua atau tiga hari," timpal Yong Umali. ***


wwwwww