Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
21 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
22 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
21 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
4
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
20 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
5
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
21 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
6
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
22 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
Home  /  Berita  /  Riau

Terlalu Percaya Google Map, Driver Ojek Online di Pekanbaru Masuk Lumpur, Akhirnya Diselamatkan Basarnas

Terlalu Percaya Google Map, Driver Ojek Online di Pekanbaru Masuk Lumpur, Akhirnya Diselamatkan Basarnas
Tim Basarnas Pekanbaru saat melakukan proses evakuasi kendaraan yang masuk kedalam lumpur. (foto istimewa)
Selasa, 03 Desember 2019 06:11 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU - Seorang driver ojek online (ojol) bernama Hendriko (28) di Pekanbaru dibuat kewalahan oleh google map. Peristiwa itu terjadi saat dirinya mengantarkan kiriman untuk pelanggan. Akibatnya, motor yang dikendarainya masuk lumpur dan terbenam.

Hal tersebut diketahui ketika Tim Basarnas Pekanbaru pada hari Senin (2/12/2019) malam, sekitar pukul 23.30 menerima laporan dari seorang warga bernama Iwan yang merupakan koordinator driver ojol Pekanbaru.

Iwan mengatakan ada rekannya yang membutuhkan pertolongan dari Basarnas untuk mengevakuasi kendaraan yang terjebak di dalam lumpur.

"Atas laporan tersebut, tim Basarnas diberangkatkan ke lokasi yang dikirim pelapor. Setibanya di lokasi pada hari Selasa (3/12/2019) sekitar pukul 00.40 WIB, benar saja, tim Basarnas menemukan kendaraan roda dua dengan merk N-Max milik korban sudah terbenam didalam lumpur," kata Kepala Basarnas Pekanbaru, Amiruddin, melalui Humasnya Kukuh Widodo, Selasa pagi.

Setelah berhasil mengevakuasi kendaraan korban, Hendriko diminta menceritakan bagaimana kendaraannya bisa masuk ke jalan berlumpur itu.

Korban menceritakan bahwa sekitar pukul 21.30 WIB, ia menerima orderan dari konsumennya di Jalan Pahlawan, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai untuk mengantar barang ke daerah Kulim.

Untuk sampai ke tujuan dimaksud, korban mengikuti arahan google map yang digunakannya melalui jalan alternatif, Jalan Pesantren.

"Disitulah korban terjebak didalam lumpur, karena jalannya yang ditunjukkan google map itu sepertinya jalan alternatif yang jarang dilalui, karena dari pantauan petugas jalan itu masih tanah dan agak semak. Korban ini hanya mengikuti petunjuk jalan dari google map itu, dan tidak menyangka kalau lumpur di jalan yang akan dilaluinya itu dalam, makanya dia berani lewat, hingga akhirnya terjebak motornya tidak bisa jalan," lanjut Kukuh.

Ditambah, korban saat itu dibuat panik karena tempatnya yang asing, gerimis dan keadaan disana gelap gulita.

Sebelumnya ia sempat meminta pertolongan ke Kantor Pusat Gojek Jakarta, namun hanya mendapat imbauan agar tidak panik.

Karena tidak mendapat bantuan dari Kantor Gojek Jakarta, kemudian ia mencoba menelpon Iwan. Iwan akhirnya merespon dan ia mendapat pertolongan dari Basarnas melalui telepon Iwan. Terakhir tim Basarnas mengantar Andriko ke rumahnya yang berada di Jalan Putri Tujuh Panam. ***

Kategori:Peristiwa, Riau

wwwwww