Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
13 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
2
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
14 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
3
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
11 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
4
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
14 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
5
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
14 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
6
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
13 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Harimau Sumatera Masih Berkeliaran di Wilayah Kualu Nanas Kampar, Begini Penjelasan BBKSDA Riau

Harimau Sumatera Masih Berkeliaran di Wilayah Kualu Nanas Kampar, Begini Penjelasan BBKSDA Riau
Tim BBKSDA meninjau lokasi penemuan jejak Harimau Sumatra di Kualu Nanas. (foto istimewa)
Jum'at, 06 Desember 2019 17:58 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU - Hingga saat ini Harimau Sumatera masih berkeliaran di wilayah Kualu Nanas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau. Hal tersebut dibuktikan dari penemuan jejak harimau oleh tim dari Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau di wilayah tersebut.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Manusia (BBKSDA) Riau, Suharyono mengatakan, dugaan sementara jejak kaki tersebut merupakan jejak kaki harimau yang sama dengan yang ditemukan di di Desa Karya Indah, beberapa waktu lalu.

"Pengecekan sementara dari Tim Balai Besar KSDA Riau, memang terkonfirmasi jejak tersebut adalah jejak Harimau Sumatera, dan ukurannya diperkirakan sama dengan jejak yang ditemukan di Desa Karya Indah. Namun untuk  jumlahnya Tim belum dapat memastikannya," kata Suharyono kepada wartawan, Jumat (6/12/2019).

Menurut Suharyono, secara alamiah, Harimau Sumatera betina jarang ditemui bersama dengan Harimau jantan dan anaknya. Tetapi bila induk harimau betina bersama anaknya dan biasanya anaknya tersebut masih dibawah 2 tahun/belum lepas susu.

Jadi kesimpulan awal, diperkirakan harimau yang ditemukan di Karya Indah beberapa waktu lalu adalah Harimau jantan remaja dengan umur sekitar 2 tahunan baru akan lepas susu dari induknya.

"Biasanya harimau remaja seperti ini akan mencari daerah jelajah baru, sehingga dia akan menjelajah meliputi daerah yang cukup luas, sampai akhirnya dia menemukan homerange pastinya. Dan itu butuh waktu karena diantaranya ketersediaan pakan dan jelajah harimau jantan lainnya yang tidak bisa overlap sesama harimau jantan," terang Suharyono.

Untuk itu, terkait dengan temuan jejak Harimau Sumatra di Desa Kualu Nenas, pihaknya belum dapat memastikan kebenarannya, karena ada isu yang beredar sebanyak 3 individu Harimau Sumatra yang berkeliaran.

"Belum bisa dipastikan, karena analis jejak dan analis data lapangan lainnya masih berlangsung. Hal ini membutuhkan waktu untuk memastikannya karena harus melakukan survey pada areal yang cukup luas''lanjutnya.

Lebih lanjut, Suharyono menghimbau kepada masyarakat, terutama yang berada di lokasi ditemukannya jejak dan sekitarnya agar lebih berhati hati serta tidak melakukan pemasangan jerat dan perburuan.

"Biarkan harimau untuk dapat melintas menuju ke habitatnya. Saat ini Tim Balai Besar KSDA Riau  sedang melakukan koordinasi dengan aparat setempat untuk mengumpulkan data dan melakukan sosialisasi," tutup Suharyono.

Kepada masyarakat yang menemukan atau melihat Harimau Sumatra, agar segera melapor apabila mengetahui tentang informasi selanjutnya ke call centre 081374742982 untuk segera diambil tindakan sesuai kewenangan Balai Besar KSDA Riau.***


wwwwww