Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
10 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
3
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
10 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
4
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
9 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
5
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
Olahraga
23 jam yang lalu
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
6
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
8 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ingatkan Nadiem, Buya Syafii: Kelola Pendidikan Beda dengan Gojek

Ingatkan Nadiem, Buya Syafii: Kelola Pendidikan Beda dengan Gojek
Jum'at, 13 Desember 2019 12:47 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Tokoh senior Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif mengomentari rencana penghapusan Ujian Nasional (UN) yang diusulkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. Buya Syafii meminta agar rencana penghapusan UN 2021 itu dikaji ulang.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menyarankan Nadiem untuk duduk bersama pakar-pakar pendidikan untuk mengkaji ulang penyelenggaraan UN. Buya Syafii meminta pada Nadiem agar mengelola pendidikan tak seperti mengelola Gojek. Termasuk dalam penyelenggaraan UN.

"Ini bukan Gojek, pendidikan ini. Itu (rencana penghapusan UN) harus hati-hati, harus hati-hati. Ndak segampang itu. Harus hati-hati," ujar Buya Syafii usai menghadiri pengukuhan Haedar Nashir sebagai guru besar UMY, Kamis, 12 Desember 2019.

Buya Syafii menambahkan jika UN dihapus nantinya siswa tak lagi bersungguh-sungguh. Buya Syafii meminta agar Nadiem tak tergesa-gesa meniadakan UN.

"Nanti kalau tidak begitu (dikaji). Nanti para murid, para siswa itu akan tidak sungguh-sungguh lagi, gitu ya. Jadi saya rasa jangan tergesa-gesa, jangan tergesa-gesa," tutur Buya Syafii.***


wwwwww