Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ini Penyebab Kevin Diks Tak Bisa Bergabung Dengan Timnas U 20
Sepakbola
12 jam yang lalu
Ini Penyebab Kevin Diks Tak Bisa Bergabung Dengan Timnas U 20
2
Cabup Dinilai Tak Penuhi Syarat, KPU Mabar Diminta Taat Aturan
Politik
22 jam yang lalu
Cabup Dinilai Tak Penuhi Syarat, KPU Mabar Diminta Taat Aturan
3
Bima Sakti Lebih Banyak Berikan Latihan Permainan
Sepakbola
13 jam yang lalu
Bima Sakti Lebih Banyak Berikan Latihan Permainan
4
MPR Mengedukasi Pilkada Damai melalui Sosialisasi 4 Pilar
MPR RI
23 jam yang lalu
MPR Mengedukasi Pilkada Damai melalui Sosialisasi 4 Pilar
5
DPR minta Cakada jadi 'Influencer' Protokol Kesehatan
DPR RI
22 jam yang lalu
DPR minta Cakada jadi Influencer Protokol Kesehatan
6
Jangan Hapus Pelajaran Sejarah!
Umum
23 jam yang lalu
Jangan Hapus Pelajaran Sejarah!
Home  /  Berita  /  Riau

Belum Ada Obatnya, Kenapa 60 Orang Terinfeksi Virus Corona Bisa Sembuh? Begini Penjelasan Spesialis Paru

Belum Ada Obatnya, Kenapa 60 Orang Terinfeksi Virus Corona Bisa Sembuh? Begini Penjelasan Spesialis Paru
Petugas kesehatan merawat pasien terinfeksi virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China. (dok)
Selasa, 28 Januari 2020 21:10 WIB
JAKARTA - Hingga Selasa (28/1/2020), dikabarkan sedikitnya sudah 106 orang tewas akibat virus corona dan lebih 4 ribu orang terinfeksi virus ganas corona.

Meski virus ini sangat mematikan dan belum ada obatnya, namun tetap ada harapan hidup bagi sebagian orang yang terinfeksi. Buktinya, sekitar 60 pasien terinfeksi virus corona dinyatakan sembuh, seperti dilansir BBC.

Bagaimana pasien terinfeksi virus corona bisa sembuh?

Dikutip dari detik.com, Spesialis paru dr Frans Abednego Barus, SpP, dari OMNI Hospitals Pulomas menjelaskan, kesembuhan itu berkaitan dengan kekuatan sistem imun seseorang.

Bila sistem imun seseorang dalam kondisi optimal, maka tubuhnya mungkin bisa bertahan dari serangan sampai virus mati. Virus mati karena sistem imun 'menelannya' atau dalam dunia medis disebut fagositosis.

''Virusnya memang self limiting disease, mati setelah lima sampai tujuh hari,'' kata dr Frans pada detikcom, Selasa (28/1/2020).

Oleh karena itu pasien yang terinfeksi virus corona biasanya hanya diberikan perawatan pendukung untuk gejala. Selebihnya menjaga asupan nutrisi, cairan tubuh, dan istirahat. Jadi kuncinya, menjaga kekuatan imun tubuh.

''Selama ini tata laksananya suportif dan awasi kegawatan. Suportif misalnya obat antipanas, obat batuk atau sesak, oksigenasi, dan hidrasi saja,'' pungkas dr Frans.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Umum, Riau

wwwwww