Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua DPD Diminta Hadiri Peresmian Gelar Pangeran LaNyalla Mahmud Mattalitti Hardonagoro
DPD RI
8 jam yang lalu
Ketua DPD Diminta Hadiri Peresmian Gelar Pangeran LaNyalla Mahmud Mattalitti Hardonagoro
2
Gerindra Umumkan 12 Waketum: Habiburokhman Masuk, Poyuono Out
Politik
13 jam yang lalu
Gerindra Umumkan 12 Waketum: Habiburokhman Masuk, Poyuono Out
3
DPP Demokrat Ikhlas jika Pilkada Ditunda, Tapi Ini Syaratnya
Politik
13 jam yang lalu
DPP Demokrat Ikhlas jika Pilkada Ditunda, Tapi Ini Syaratnya
4
Rachmawati Soekarnoputri Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Gerindra
Politik
13 jam yang lalu
Rachmawati Soekarnoputri Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Gerindra
5
PKS: Kalau Mau Rakyat Selamat, Pilkada Wajib Ditunda!
Politik
13 jam yang lalu
PKS: Kalau Mau Rakyat Selamat, Pilkada Wajib Ditunda!
6
Sebelum ada Vaksin, Jusuf Kalla Minta Pilkada Ditunda
Politik
12 jam yang lalu
Sebelum ada Vaksin, Jusuf Kalla Minta Pilkada Ditunda
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Fadli Zon Sebut Pemerintah Lamban soal Corona

Fadli Zon Sebut Pemerintah Lamban soal Corona
Gambar: Ist.
Rabu, 29 Januari 2020 19:10 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon menilai, pemerintah cenderung lamban dalam menyusun kebijakan mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona. Belum ada satupun kebijakan yang bersifat menentukan terkait persoalan tersebut.

Padahal, kata Fadli, sudah ada enam negara tetangga kita yang sudah terpapar kasus Corona, yaitu Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Singapura dan Australia.

"Kebijakan di saat 'complex emergency' memerlukan kecepatan dan ketepatan termasuk koordinasi antar sektor," kata Fadli kepada wartawan, Rabu (29/1/2020).

Pemerintah, kata Fadli, juga belum memberikan travel warning bagi WNI yang ingin bepergian ke Cina. "Peringatan hanya diberikan khusus bagi mereka yang hendak mengunjungi Provinsi Hubei saja, terutama kota Wuhan,".

"Padahal, sejak pekan lalu virus Corona telah menyebar ke 30 dari 31 provinsi di Cina. Pemerintah seharusnya lebih responsif dan sensitif mengantisipasi berbagai kemungkinan," pintanya.***


wwwwww