Wagubri Edy Nasution Ikut Bersama Presiden Jokowi Perangi TBC dalam Gerakan Bersama Eliminasi Tuberkolosis 2030

Wagubri Edy Nasution Ikut Bersama Presiden Jokowi Perangi TBC dalam Gerakan Bersama Eliminasi Tuberkolosis 2030
Wakil Gubernur Riau Edy Nasution (tengah), saat menghadiri acara Gerakan Bersama Eliminasi Tuberkolosis 2030 dengan Presiden Joko Widodo.
Rabu, 29 Januari 2020 19:26 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
JAKARTA - Penyakit Tuberkulosis, suatu kuman dengan nama Mycobacterium Tuberculosis yang sering menyerang paru karena penyebaran dari kuman TBC melalui udara atau air borne infection. Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Nasution berkesempatan ikut bersama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memerangi TBC dalam Gerakan Bersama Eliminasi Tuberkolosis 2030.

Pada kesempatan itu, Jokowi langsung mencanangkan gerakan tersebut di Techno Park, Kota Cimahi, Rabu (29/1/2020). Ia menegaskan pentingnya keterlibatan semua stakeholder dalam menyukseskan program tersebut, agar kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia bisa meningkat.

"Percuma ekonomi meningkat kalau rakyatnya tidak sehat. Ini perlu saya tegaskan kepada seluruh daerah," kata Jokowi seraya menambahkan, bahwa masalah gerakan eliminasi TBC bukan hanya kerja dinas kesehatan saja. Tapi semua pihak, termasuk Kementerian PU atau Dinas PU. Karena kalau drainase kotor, rumah menjadi jorok.

Jokowi yang didampingi sejumlah menteri, diantaranya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Hadir pula Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, beberapa bupati/wali kota di Provinsi Jawa Barat serta komunitas dan pegiat pemberantasan penyakit TBC.

Edy Nasution hadir didampingi Kadis Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir dan Sekretaris Bappeda Provinsi Riau Purnama.

Menurut Jokowi, penyakit TBC adalah permasalahan yang harus dibenahi. Karena, pengaruh negatifnya bukan hanya pada sektor kesehatan masyarakat tetapi juga berkaitan dengan produktivitas masyarakat.

"Saya hadir di sini karena sehat, kita harapkan seluruh masyarakat Indonesia sehat. SDM unggul adalah prioritas yang harus sehat semua. Saya ingin mendukung keras kegiatan eliminasi TBC pada tahun 2030. Percuma kalau masyarakat tak sehat, (nantinya) merembet ke mana-mana ke (sektor) pendidikan, ke pekerjaan, ke mana-mana," ungkap Jokowi.

Indonesia kini menempati urutan ketiga untuk kasus TBC terbanyak di dunia setelah India dan China. Bahkan, penyakit ini termasuk salah satu dari lima besar penyebab kematian prematur dan kematian penduduk di Indonesia sepanjang tahun 2007-2017.

Jokowi mengingatkan, bahwa merealisasikan target eliminasi TBC tahun 2030 tidak akan mudah. Perlu kerja keras lintas sektor secara komprehensif, tidak hanya bisa mengandalkan Kementerian Kesehatan. Pemerintah daerah pun memiliki peran sama sama penting.

Tanpa pelibatan sektor lain, kematian akibat TBC pada 2015-2030 diperkirakan dapat merugikan 0,7 persen PDB Indonesia di tahun 2030, atau 123.6 miliar USD. Catatan itu berdasarkan data Global Economic Impacy of TB, Result and KPMG tahun 2017.

Edy Nasution mengajak seluruh stakeholder di Provinsi Riau untuk bersama-sama memerangi TBC. Sebab, bukan hanya tugas pemerintah dalam menanggulanginya, juga tugas bersama.

"TBC penyebarannya sangat mudah, melalui udara. Untuk itu perlu pemahaman terkait TBC kepada masyarakat. Juga biasakan pola hidup bersih dan sehat," jelas Edy Nasution. ***

Kategori:Pemerintahan, Riau

wwwwww