15 Turis Muslim China Menangis Saat Dengar Azan di Masjid Raya Sumbar, di Negaranya Dilarang

15 Turis Muslim China Menangis Saat Dengar Azan di Masjid Raya Sumbar, di Negaranya Dilarang
Wisatawan Muslim asal Kunming, China, ikut shalat Zhuhur berjamaah di Masjid Raya Sumbar, Rabu (29/1/2020). (republika.co.id)
Kamis, 30 Januari 2020 10:36 WIB
PADANG - Sebanyak 15 wisatawan Muslim asal Kota Kunming, China, shalat Zuhur berjamaah di di Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar), di Jalan Khatib Sulaiman, Padang, Rabu (29/1/2020).

Dikutip dari republika.co.id, mereka terharu dan menangis ketika mendengar suara azan berkumandang di masjid tersebut menjelang shalat Zuhur berjamaah. Sebab, di negaranya mereka tidak pernah mendengar suara azan karena dilarang rezim Komunis China.

Ketua Pengurus Masjid Raya Sumbar Yulius Said mengatakan mempersilakan siapa saja terutama umat Islam yang ingin datang dan melaksanakan shalat di masjid yang kini menjadi ikon religi Sumbar tersebut.

Karena itulah, Masjid Raya Sumbar tidak mempersoalkan kehadiran 15 orang wisatawan Muslim China dan bersama-sama menunaikan shalat Zuhur berjamaah.

''Beliau-beliau (15 orang wisatawan China) itu datang ke masjid untuk shalat. Jadi bagi kami pengurus masjid, siapa pun yang datang ke masjid ini untuk melaksanakan ibadah tak ada masalah,'' kata Yulius kepada Republika.co.id.

Yulius menceritakan 15 orang wisatawan asal Kunming ini sudah berada di Masjid Raya sebelum waktu shalat Zuhur masuk. Saat azan dikumandangkan oleh muazim, ke-15 orang wisatawan ini berurai air mata karena merasakan kenikmatan batin mendengarkan kumandang azan.

''Sebab di negara dia tak pernah mendengarkan suara azan karena tidak boleh, jadi tadi itu kabarnya waktu azan Zuhur, semua (15 orang wisatawan China) pada nangis, terharu sekali dia mendengarkan suara azan, karena tak pernah ada di negaranya,'' ujar Yulius.

Yulius menambahkan, suasana yang terjadi di Masjid Raya Sumbar itu merupakan salah satu bentuk jalinan ukhwah Islamiah. Sebab, wisatawan asal China itu dapat menikmati manisnya ibadah bersama saudara seiman di Masjid Raya Sumbar tanpa rasa takut akan intimidasi dari pihak manapun.

''Mereka bisa shalat di masjid saja bukan alang kepalang senang dan gembiranya mereka. Bisa mendengarkan azan,'' kata Yulius.

Memang menurut Yulius, tetap ada rasa kekhawatiran dari pengurus masjid di tengah ramainya isu seputar merebaknya virus corona di China. Tapi Yulius percaya para wisatawan yang datang ke Sumbar ini sudah melewati proses pemeriksaan yang ketat dan dijamin aman oleh pemerintah.

Sangat Berat

Salah seorang turis Muslim China, Xing (39), mengaku kunjungan 150 orang wisatawan asal Kunming ke Sumbar cukup berat. Mereka datang bersamaan dengan merebaknya wabah virus corona di China sehingga kedatangan mereka dikhawatirkan membawa virus mematikan tersebut ke Indonesia.

''Cukup berat kunjungi Sumbar ini,'' ucap Xing.

Usai melaksanakan shalat Zuhur berjamaah, perwakilan wisatawan menyampaikan permintaan maaf kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Para wisatawan merasa telah menciptakan ketidaknyamanan karena kedatangan mereka dikhawatirkan membawa virus corona.

Xing menceritakan, ia dan beberapa saudara seimannya dari Kunming langsung mengambil kesempatan berwisata ke Indonesia khususnya Sumbar karena telah mendapat informasi di daerah tujuan wisatanya kali ini merupakan negeri dengan mayoritas Muslim. Xing mengetahui Sumbar sangat kental dengan nuansa Islami.

''Kami datang karena rindu pada saudara sesama Muslim di Indonesia. Kami mendengar nama negeri ini sejak pandai mengaji dulu. Ada saudara kami di sebelah laut, pemeluk Islam yang taat. Akan kuceritakan pada ibu dan nenek nanti di rumah,'' ucap Xing.

Selain menemukan suasana Islami, Xing juga senang bisa menikmati santapan kuliner khas Minangkabau sejak menginjakkkan kaki di Sumbar. Salah satu yang paling disukai Xing ialah rendang.

''Soal makanan mereka unik dan enak, terutama rendang padang,'' kata Xing. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Peristiwa, Riau, Umum

wwwwww