Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
2
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
17 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
3
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
4
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Pendidikan
18 jam yang lalu
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
5
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
6 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Bayi Berusia 11 Bulan Asal Sungai Tohor Kepulauan Meranti Meninggal Dunia Akibat DBD

Bayi Berusia 11 Bulan Asal Sungai Tohor Kepulauan Meranti Meninggal Dunia Akibat DBD
Ilustrasi (Internet)
Kamis, 30 Januari 2020 21:59 WIB
Penulis: Gunawan
SELATPANJANG - Seorang bayi berusia 11 bulan asal Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau meninggal dunia karena Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kasus DBD yang memakan korban ini menjadi yang pertama sepanjang Januari tahun 2020, sedangkan tahun 2019 lalu juga satu korban akibat virus yang dibawa nyamuk Aedes aegypti.

Aqila, anak perempuan dari pasangan Adi Saputra ini menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (30/1/2020) sekira pukul 15:30 WIB setelah dirawat intensif di ruangan Intensive care unit (ICU) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti.

Sebagaimana diungkapkan Ketua Karang Taruna Kepulauan Meranti, Rayan Pribadi SH, bahwa kondisi sang bayi sudah mengalami demam selama tiga hari. Lalu kemudian orangtua membawa bayi Aqila ke orang pintar untuk dicari tahu penyebab penyakitnya. Tidak mendapatkan petunjuk Aqila lalu dibawa ke Puskesmas Sungai Tohor untuk dilakukan penanganan.

"Tiba di Puskesmas dokter tidak berani mengambil tindakan untuk memasang infus karena pembuluh darahnya tidak ketemu dan akhirnya dokter memberikan rujukan untuk dibawa ke RSUD," kata Rayan.

Dengan menggunakan kapal Ferry, bayi Aqila yang tiba di Selatpanjang pukul 12:00 WIB langsung dibawa ke ruang ICU untuk mendapatkan penanganan insentif dari dokter anak. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter mengatakan jika Aqila mengalami Dehidrasi.

"Setelah darahnya dicek di labor, dokter mengatakan jika anak ini terkena DBD dan ditemukan bahwa virusnya sudah mencapai ke otak," ungkap Rayan.

Camat Tebingtinggi ini mengatakan jika orang tua bayi menganggap anaknya hanya mengalami demam biasa.

"Kalau menurut keluarga, selama tiga hari itu panasnya turun naik, dan dia ke Selatpanjang itu hanya untuk berobat dan tidak menyangka anaknya menghembuskan nafas terakhir pada sore tadi," kata Rayan

Jenazah Aqila langsung dibawa ke kampung halamannya di Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur. Proses pemulangan jenazah dibantu oleh organisasi sosial, Mitra VJ dimana speed boat difasilitasi langsung oleh Bagian Kesra Setdakab Kepulauan Meranti.

"Jenazah dibawa ke Sungai Tohor melalui pelabuhan Dorak pada pukul 18:00 WIB yang dibantu oleh Mitra VJ dan Kabag Kesra Ery Gading memfasilitasi speed boat. Sementara itu Karang Taruna membantu administrasi dan biaya ringan agar tidak memberatkan keluarga," pungkas Rayan.

Sementara itu, Direktur RSUD Kepulauan Meranti, dr Hj Ria Sari, melalui Kasi Yanmed RSUD Kepulauan Meranti, dr Aisyah Bee mengaku belum bisa memberi keterangan lebih lanjut terkait kematian warga Desa Sungai Tohor ini.

"Untuk keterangan lebih jelas sebaiknya kita ketemu di RSUD saja pak biar lebih jelas keterangan yang akan saya sampaikan karena saya sendiri juga belum melihat langsung rekam.lmedis pasiennya," kata Aisyah Bee yang mengaku saat ini sedang berdinas di Kota Dumai.***


wwwwww