Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Massa Demo Tolak RUU HIP Menyemut
Peristiwa
11 jam yang lalu
Massa Demo Tolak RUU HIP Menyemut
2
'Papuan Lives Matter' jadi Potret Rasisme di Indonesia, Negara Diminta Hadir
Umum
12 jam yang lalu
Papuan Lives Matter jadi Potret Rasisme di Indonesia, Negara Diminta Hadir
3
Formappi Sebut Baleg seperti Hanggar Anggaran
DPR RI
12 jam yang lalu
Formappi Sebut Baleg seperti Hanggar Anggaran
4
Massa FPI minta Paripurna Mencabut RUU HIP
Peristiwa
10 jam yang lalu
Massa FPI minta Paripurna Mencabut RUU HIP
5
Ini Empat PR 20 Komisioner BPKN yang Baru dalam Tiga Tahun Mendatang
Pemerintahan
2 jam yang lalu
Ini Empat PR 20 Komisioner BPKN yang Baru dalam Tiga Tahun Mendatang
6
DPD RI Dorong Kemandirian Fiskal Daerah melalui Sejumlah RUU
DPD RI
8 jam yang lalu
DPD RI Dorong Kemandirian Fiskal Daerah melalui Sejumlah RUU
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Wisma King Dibuka Tiba-tiba saat Perayaan Imlek, Begini Penjelasan Satpol PP Kepulauan Meranti

Wisma King Dibuka Tiba-tiba saat Perayaan Imlek, Begini Penjelasan Satpol PP Kepulauan Meranti
Wisma King, yang terletak di Jalan Belanak, Kelurahan Selatpanjang Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
Kamis, 30 Januari 2020 15:25 WIB
Penulis: Gunawan
SELATPANJANG - Wisma King kembali dibuka saat perayaan Imlek untuk para tamu yang menginap, padahal diketahui izinnya yang baru belum dikeluarkan oleh instansi terkait, sontak saja ini menjadi pembicaraan di tengah masyarakat dan mempertanyakan sejauh mana peraturan yang ditegakkan oleh Satpol PP.

Diketahui bahwa Wisma King yang terletak di Jalan Belanak, Kelurahan Selatpanjang Barat, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti itu telah disegel oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) beberapa waktu lalu karena diketahui tidak ada izin resmi dari pemerintah setempat.

Kepala Satpol PP Kepulauan Meranti, Helfandi, menjelaskan bahwa dibukanya kembali Wisma King itu hanya bersifat sementara mengingat banyak tamu yang datang dari luar dan tidak cukupnya kebutuhan kamar hotel yang ada di Kota Selatpanjang ketika perayaan Imlek.

Sementara pihak pengelola pun sudah mengajukan permohonan ke Pemkab Kepulauan Meranti dalam hal ini ke Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP) dan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) serta Satpol PP.

"Operasional wisma itu hanya bersifat sementara karena pemilik mengajukan permohonan ke Pemkab untuk menggunakan kamar dalam rangka Imlek karena banyak kerabat mereka yang tidak mendapatkan kamar hotel karena penuh," kata Helfandi.

"Kita memberikan dispensasi hanya sementara waktu saja dan akan ditutup kembali. Dan besok tamu mereka sudah pulang semua, kita akan pantau besok sampai dengan proses izin selesai baru mereka boleh operasi lagi," terang Helfandi, Kamis (30/1/2020).

Dikatakan Helfandi, Wisma King saat ini sedang dalam proses mengajukan izin hotel kelas Melati sesuai aturan memang tidak boleh dibuka sampai dengan proses perizinan keluar, namun ada keringanan yang diberikan oleh pemerintah daerah mengingat sesuatu hal yang dianggap penting.

"Mereka sedang mengajukan izin hotel kelas Melati, tahapan dan kelengkapan itu harus mereka penuhi, namun karena Imlek ini saja mereka bermohon agar diberi dispensasi untuk membuka sementara bagi kerabat mereka, makanya kami dari tiga OPD terkait mengeluarkan izin mereka menggunakan kamar wisma, setelah itu ditutup" jelas Helfandi

"Adanya itikad baik mereka untuk mengurus izin hotel resmi dan dari hasil musyawarah kami makanya kami memberikan toleransi dan itu bukan karena ada hal lain. Kalau izin kewenangan sudah jelas ada dimana, kami hanya mengawasi dan eksekusi saja dan jika sudah ada kesepakatan tentunya saya ikut memberikan toleransi itu," ujar Helfandi lagi.

Mantan Camat Tebingtinggi itu juga mengatakan jika pihaknya tetap konsisten terkait penertiban wisma yang tidak memiliki izin atau yang menyalahi izin dan pihaknya juga tidak mempersulit bagi para pengusaha yang ingin membuka usahanya di Kepulauan Meranti.

Dia menambahkan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi, pemda sudah jelas saat ini hanya memberi izin hotel bukan wisma, kalau mau mengajukan izin, harus izin hotel minimal fasilitas bintang dua, dan tentunya kamar harus bertambah, tempat parkir yang luas dan fasilitas lainnya.

"Kita tetap konsisten terkait penertiban wisma yang memiliki izin atau yang menyalahi izin. Pihak atau pengusaha yang punya niat untuk membuka usaha sejenis hotel, Pemda tetap memberikan kemudahan dan tidak mempersulit. Dengan kondisi bangunan seperti Wisma King itu tentunya pemda akan menyesuaikan dengan aturan yang berlaku," pungkasnya.***


wwwwww