Hati-Hati Dengan Pisau Cukur, Karena Pisau Cukur Bisa Tularkan HIV

Hati-Hati Dengan Pisau Cukur, Karena Pisau Cukur Bisa Tularkan HIV
Direktur RSUD HAMS Kisaran saat menerima kunjungan audensi PWI Kabupaten Asahan
Jum'at, 31 Januari 2020 13:40 WIB
Penulis: Bayu Sahputra
ASAHAN-HIV dan Aids merupakan penyakit yang sangat mengerikan. Sebab, penyakit mematikan tersebut dapat menular melalui beberapa hal.

Adapun hal yang bisa menularkan penyakit HIV antara lain, berhubungan seks atau bersentuhan lendir, bersentuhan daerah bagian tubuh yang terbuka atau tubuh yang terluka dan bisa juga melalui pisau cukur.

Berhubungan seks dengan pasangan yang telah mengidap penyakit HIV dapat menyebabkan penyakit tersebut menular.

Kemudian bersentuhan tubuh yang sama-sama terbuka juga dapat menyebabkan virus HIV menular.

Hal tersebut dikatakan oleh Dr. Edi Iskandar Direktur RSUD H. Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran saat menerima kunjungan audensi PWI Kabupaten Asahan di ruang kerjanya, Jumat (31/1/2029).

"Selain berhubungan seks, dan bersentuhan tubuh yang sama-sama terluka, pisau cukur juga mampu menularkan penyakit HIV. Yang dimaksud dengan pisau cukur tersebut adalah pisau cukur bekas yang pernah digunakan untuk mencukur orang yang terkena penyakit HIV. Disitulah pisau tersebut dapat membahayakan, karena apabila pisau tersebut menggores hingga meluaki kulit orang yang terkena HIV dan pisau tersebut kita pakai lagi dan menggores hingga melukai kulit kita, maka penyakit HIV akan menular kepada kita," jelasnya.

Menurutnya, apabila pisau cukur tersebut tidak menggores kulit orang yang dicukur, maka pisau cukur itu tidak akan menularkan penyakit HIV.

"Saya himbau kepada masyarakat agar senantiasa meminta kepada tukang cukur untuk mengganti pisau cukur yang bekas dengan pisau cukur yang baru untuk mengantisipasi adanya penularan penyakit HIV," imbuhnya.

Berbagai upaya yang dilakukan pihak RSUD HAMS Kisaran dan Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan terhadap penyakit yang mengerikan tersebut.

"Kita pastikan bahwa tenaga medis kita tidak mempublikasikan pasien pengidap HIV/Aids kepada masyarakat karena itu termasuk aib pasien," ujarnya.

Selain itu, Dr. Edi juga menjelaskan bahwa sudah ada dibentuk Lembaga untuk mengantisipasi adanya penyakit HIV dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat serta mencari sumber Tularan penyakit tersebut.

Menurut Dr. Edi banyak masyarakat yang tau tentang penyakit HIV dan Aids namun masyarakat tidak memahami penyakit tersebut.

"Sebagian masyarakat menilai penyakit HIV itu menular dengan hanya bersentuhan tangan, dari nyamuk juga bisa menular, bahkan dari bicara berdekatan pun bisa menular. Padahal itu tidak benar, maka dari itu saya ingin masyarakat memahami hal itu. Penderita HIV itu tidak untuk dijahui, tetapi harus ditangani dengan baik," tuturnya.

Dr. Edi juga menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan juga sempat melakukan sosialisasi kepada para Waria dan Pekerjaan Seks Komersil (PSK) dan memeriksa mereka.

"Kita selalu himbau agar menggunakan alat kontrasepsi (kondom) setiap melakukan hubungan seks," tutupnya.*

Editor:Sisie
Kategori:Sumatera Utara, Umum

wwwwww