Moreno Paparkan Fungsi Parlemen ke Ratusan Siswa MIN I Malang

Moreno Paparkan Fungsi Parlemen ke Ratusan Siswa MIN I Malang
Jum'at, 31 Januari 2020 18:03 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
MALANG - Sebanyak 282 siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) I Kota Malang, Jawa Timur, bersama dengan 20 pendamping, pada hari Kamis 31 Januari 2020 melakukan wisata belajar atau ‘study tour’ ke MPR.

Kedatangan mereka di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, disambut langsung anggota MPR dari Fraksi Partai Gerindra Moreno Soeprapto dan Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah.

Dalam pertemuan yang digelar di Gedung Nusantara V, Moreno mengucapkan selamat datang kepada delegasi dari MIN. “Selamat datang pada adik-adik yang saya cintai. Kedatangan dari Malang sudah saya tunggu-tunggu," ujar Moreno.

Kata Moreno, Ia sebelumnya sudah mendengar rencana kedatangan mereka sejak satu bulan yang lalu. Pria yang pernah berprofesi sebagai pembalap itu sangat senang siswa dan guru MIN bisa datang ke komplek MPR.

Saat berjumpa, pria kelahiran 14 November 1982 itu memberi semangat kepada para siswa. "Kalian adalah generasi penerus bangsa," tegasnya.

Sebagai generasi penerus bangsa ditekankan untuk terus dan tetap bersemangat. "Dua puluh tahun yang akan datang kalian yang menggantikan kita. Adik-adik sebagai warga bangsa Indonesia diberi kesempatan untuk menjadi apa saja, untuk itu kembangkan cita-cita kalian. Ada yang ingin menjadi pembalap, ada yang ingin jadi presiden?, tanya Moreno yang langsung dijawab "Mau".

Ia juga menjelaskan, bahwa dirinya adalah anggota DPR yang berasal dari Dapil Malang Raya. Sekaligus anggota MPR yang berasal dari unsur partai politik. "Di MPR anggotanya ada yang berasal dari unsur partai politik, ada pula yang berasal dari unsur daerah. Bila adik-adik ingin menjadi anggota DPR maka kalian wajib masuk partai politik”, paparnya.

Moreno menjelaskan demikian untuk memaparkan bahwa anggota MPR merupakan gabungan dari anggota DPR dan DPD. DPR merupakan lembaga yang merepresentasikan partai politik sedang DPD merepresentasikan daerah.

Dijelaskan, wewenang MPR di antaranya adalah menetapkan dan mengubah UUD NRI Tahun 1945. Sedang fungsi DPR di antaranya adalah membuat undang-undang. Dasar-dasar hukum itu menurut Moreno sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Untuk membuat undang-undang para wakil rakyat mendengar aspirasi dari rakyat.

"Sudah banyak undang-undang yang dibuat oleh DPR”, ujarnya.

Ia menyebut undang-undang yang telah dibuat oleh DPR. “Undang-undang yang telah dibuat dalam berbagai hal”, paparnya.

Moreno sadar bahwa mereka adalah warga bangsa yang belum memiliki hak suara dalam dunia politik. Meski demikian ia memberi pemahamanan sekaligus menjawab pertanyaan salah seorang siswa tentang bagaimana memilih pemimpin yang baik dan bijaksana, dikatakan dalam Pemilu ada puluhan partai politik dan ribuan calon anggota legislatif, untuk calon anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, serta calon anggota DPD.
Ia berharap, masyarakat membaca dan mencari informasi tentang sosok-sosok calon yang ada agar mengetahui rekam jejak mereka. Dari sinilah masyarakat bisa menentukan sosok-sosok yang bisa diharapkan. "Pilihlah pemimpin yang jujur, amanah, dan berintegritas. Agar bisa memperjuangkan hak-hak kalian," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama Siti Fauziah mengatakan, pimpinan MPR Periode 2019-2024 ada sepuluh orang. "Mereka merepresentasikan seluruh kekuatan partai politik yang lolos ‘parlement threshold’, ditambah dengan unsur DPD," ujarnya.

Jumlah anggota MPR disebutkan sebanyak 711 orang, berasal dari anggota DPR sebanyak 575 orang dan dari DPD sebanyak 136 orang.

Sama seperti yang diungkapkan Moreno, Siti Fauziah juga gembira atas kedatangan delegasi MIN. “Kalian ke sini langsung mengunjungi 3 lembaga negara di bidang legislatif, yakni MPR, DPR, dan DPD”, paparnya.

Dijelaskannya, di komplek ini ada gedung yang digunakan para wakil rakyat untuk berkantor dan bersidang. Disebutkan Gedung-gedung itu adalah Gedung Nusantara, Gedung Nusantara I, Nusantara II, Nusantara III, Nusantara IV, dan Nusantara V.

"Di mana adik-adik sekarang duduk, merupakan gedung yang biasa digunakan oleh DPD untuk bersidang. Sedang Gedung Nusantara atau gedung hijau merupakan ikon dari parlemen Indonesia," ujarnya.

Di MPR, menurut Siti Fauziah lembaga ini didukung oleh berbagai fasilitas, salah satunya perpustakaan. "MPR memiliki perpustakaan yang koleksinya komplit," tuturnya.***


wwwwww