Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
Peristiwa
21 jam yang lalu
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
2
Satu Poin SDGs Tambahan sebagai Terobosan KemendesPDTT
Pemerintahan
4 jam yang lalu
Satu Poin SDGs Tambahan sebagai Terobosan KemendesPDTT
3
Kongres FIFA Setujui Dua Amandemen Peraturan
Sepakbola
24 jam yang lalu
Kongres FIFA Setujui Dua Amandemen Peraturan
4
Pendapatan Juru Parkir Menurun, Jika Tak Diberikan Bansos, Potensi Kriminalitas Meningkat
Peristiwa
21 jam yang lalu
Pendapatan Juru Parkir Menurun, Jika Tak Diberikan Bansos, Potensi Kriminalitas Meningkat
5
Dengan Kidung Jenaka, Pesan Empat Pilar MPR Disampaikan di Jombang
Politik
21 jam yang lalu
Dengan Kidung Jenaka, Pesan Empat Pilar MPR Disampaikan di Jombang
6
Pendapatan Ojol Menurun Dratis, Bansos Pemerintah Harus Tepat Sasaran
MPR RI
21 jam yang lalu
Pendapatan Ojol Menurun Dratis, Bansos Pemerintah Harus Tepat Sasaran
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Belajar Tata Kelola, Akhyar Jajal Stadion Sepak Bola Semarang

Belajar Tata Kelola, Akhyar Jajal Stadion Sepak Bola Semarang
Selasa, 03 Maret 2020 22:59 WIB
Penulis: Rel

MEDAN - Plt Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengunjungi stadion sepak bola Citarum, home base Persatuan Sepak Bola Semarang Indonesia (PSIS). Kunjungan itu untuk mengetahui bagaimana pengelolaan stadion dan kerjasamanya dengan pihak swasta.

Akhyar mengunjungi Kota Semarang guna mengetahui tata kelola kota tua plus pengelolaan sarana dan prasarana olahraga. Sebab, dalam empat tahun terakhir ini Walikota Semarang Hendrar Priadi telah berhasil mengubah wajah kota Semarang.

Sesampainya Akhyar di Stadion Citarum, Akhyar langsung menggesek-gesekkan sepatunya di rumput sintetis. Bahkan, dia tambah senyum-senyum saat melihat anak-anak usia 16 tahun PSIS sedang latihan.

"Aku kalau kek gini lapangannya tertantang main bola, padahal kaki ini untuk lari saja sudah gak bisa. Dulu aku main bola, lutut ku cidera, jadi kalau sekarang untuk lari susah. Paling tendang-tendang biasa gini ajalah," kata Akhyar sambil menendang-nendang bola.

Setelah selesai memainkan bola, Akhyar berdiskusi dengan pengelola PSIS sekaligus pengelola stadion Citarum, yang baru-baru ini sudah mendapatkan mandat dari Pemko Semarang.

Dari diskusi tersebut, Akhyar mengaku, tata kelola pengelolan Stadion Citarum bisa dicontoh oleh Pemko Medan untuk menyerahkan pengelolaan kepada pihak ketiga, seperti PSMS Medan.

"Ternyata Pemko Semarang sudah menandatangi MoU kerjasama dengan PSIS sebagai pengelola stadion, dan dikenakan tarif Rp1 miliar per tahun. Selama ini, Pemko Semarang hanya mampu mendapatkan pendapatan hanya dikisaran Rp400 juta dari target Rp800 juta per tahun. Ini sangat perlu dicontoh," ucapnya.

Dia menyebutkan, setelah Pemko Semarang sudah mendapatkan pembiayaan untuk merenovasi rumputnya, dari rumput biasa ke sintetis dan pihak pengelola PSIS melakukan renovasi stadion yang menghabiskan anggaran Rp2.4 M. Kini, Stadion Citarum membuat siapapun yang hadir ingin bermain bola.

"Pelajaran ini ingin saya coba dan kaji dengan tim bagaimana bisa membuat tata kelola stadion secara profesional, dengan target PAD tercapai serta masyarakat tetap boleh memakainya," ujarnya didampingi sejumlah pejabat eselon II seperti Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan, M Husni, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Irwan Ritonga, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Benny Iskandar, PLT Kepala Dinas Pekerjaan Umum Zulfansyah, Kepala Dinas Perhubungan Iswar Lubis, Kepala Dinas Pariwisata Agus Suriyono serta sejumlah pejabat eselon III lainnya.

Sebelumnya, Akhyar juga mengunjungi Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang. Dalam kunjungan itu, ia melihat fasilitas olahraga seperti lintasan lari yang sudah standart internasional, arena skate board, basket, bulu tangkis dan tenis. Total pembangunan yang dihabiskan oleh Pemko Semarang sekitar Rp40 an miliar.

Mendengar angka Rp40 miliar dengan alokasi penganggaran multiyears, Akhyar langsung diskusi dengan Kadis DPKPPR dan Bappeda. Dalam perbincangan singkat itu, akhirnya mereka bertiga bubar dengan senyum sambil berjalan melihat satu persatu fasilitar GoR.

Kini, sejak GOR Tri Lomba Juang selesai di bangun, masyarakat sangat antusias. Bahkan, GOR ini sudah menjadi ajang kumpul anak-anak milenial kota Semarang. (*)

Editor:Fatih
Kategori:GoNews Group, Umum, Peristiwa

wwwwww