Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
Peristiwa
15 jam yang lalu
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
2
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
Politik
15 jam yang lalu
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
3
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
Umum
15 jam yang lalu
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
4
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
Politik
15 jam yang lalu
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
5
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
Hukum
16 jam yang lalu
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
6
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Kesehatan
15 jam yang lalu
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Kemendagri dan Kemenkes Gelar Rapat terkait Corona di Surabaya

Kemendagri dan Kemenkes Gelar Rapat terkait Corona di Surabaya
Ilustrasi warga kenakan masker di lingkungan kerja untuk proteksi diri dari Corona, sebelum imbauan Menkes agar masker dikenakan saat sakit. (Dok. GoNews.co)
Rabu, 04 Maret 2020 19:12 WIB
JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar rapat terkait Corona di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (4/3/2020) hari ini.

"Tadi dengan Kemenkes, diwakili dengan Dirjen Otda," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Bahtiar saat dikonfirmasi wartawan terkait adakah rencana rapat Mendagri terkait Corona di Surabaya hari ini, Rabu (4/3/2020).

Pemerintah terus menyatakan keseriusannya dalam menanggulangi dan mencegah penyebaran wabah virus corona di Indonesia. Imbauan agar masyarakat tak panik dan selektif menerima berita pun sudah dilakukan pemerintah.

Kemendagri memiliki desk khusus soal Corona. Tapi terkait terkait teknis medis, ditegaskan oleh perwakilan desk sebelumnya, menjadi domain kelompok yang dipimpin Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Data medis, ditegaskan Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk Corona, Achmad Yurianto, sepenuhnya dimiliki pihak medis sehingga wewenang penyampaian ke publik menjadi hak daripada Kemenkes dan rumah sakit.

"Menyampaikan kasus ini confirm positif atau tidak, itu adalah kewenangan Kemenkes. Sebenarnya, lebih detail lagi rumah sakit yang diminta itulah yang menyampaikan. Kalau kemudian daerah mengumumkam sendiri saya enggak tahu," kata Achmad, kemarin.

Sejak kemunculannya pertama kali di Wuhan, China, virus corona memang menyita perhatian publik Indonesia. Pasca 2 Orang di Depok dinyatakan positif Corona, Ketua DPR menyampaikan imbauannya untuk Pemerintah.

Pemerintah RI, kata Ketua DPR RI Puan Maharani, Selasa (3/3/2020), agar segera melakukan penanganan wabah virus korona secara terpusat agar terkoordinasi, terpadu, dan terintegrasi. "Penyelenggaraan penanggulangan wabah dapat diserahkan kepada BNPB atau Kelembagaan lain yg efektif sesuai aturan perundang-undangan,".

Terkait imbauan pucuk pimpinan DPR ini, Humas BNPB, Agus Wibowo belum sempat memberi tanggapan saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (4/3/2020) petang.

"Maaf sudah on board pesawat ke Surabaya," jawab Agus singkat.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Jawa Timur, DKI Jakarta, Lingkungan, Pemerintahan, Peristiwa, Umum, GoNews Group

wwwwww