Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
18 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
2
Tak Setuju 'New Normal'? Ini Pesan Hergun...
DPR RI
19 jam yang lalu
Tak Setuju New Normal? Ini Pesan Hergun...
3
Pilkada Desember 2020 Dinilai sebagai Pemerkosaan Politik
DPD RI
22 jam yang lalu
Pilkada Desember 2020 Dinilai sebagai Pemerkosaan Politik
4
'New Normal' saat Sekarang Disebut bisa Menjadi Dosa Kebijakan
DPR RI
23 jam yang lalu
New Normal saat Sekarang Disebut bisa Menjadi Dosa Kebijakan
5
Legislator Minta Pemerintah Buat Aturan Komprehensif Lindungi ABK WNI
DPR RI
23 jam yang lalu
Legislator Minta Pemerintah Buat Aturan Komprehensif Lindungi ABK WNI
6
Sukamta Sebut New Normal Hanya Kedok Pemerintah Tutupi Kegagalan Tangani Covid-19
DPR RI
19 jam yang lalu
Sukamta Sebut New Normal Hanya Kedok Pemerintah Tutupi Kegagalan Tangani Covid-19
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Dampak Pandemi Corona, Tikus jadi Lebih Ganas

Dampak Pandemi Corona, Tikus jadi Lebih Ganas
Ilustrasi tikus makan sisa-sisa makanan manusia. (Gambar: Shutterstock)
Rabu, 15 April 2020 07:33 WIB
AMERIKA SERIKAT - Tikus yang diketahui biasa mencari makan di tumpukan sampah restoran dan tempat-tempat sejenis lainnya, kini kelaparan karena sejumlah restoran membatasi waktu operasinya, bahkan tutup.

Menurut para ahli, hal ini membuat tikus-tikus itu mulai mencari sumber makanan lain.

Michael H. Parsons, sarjana ilmu biologi di Universitas Fordham menjelaskan, tikus-tikus secara tradisional cenderung malu. Namun kini, kemungkinan akan semakin banyak tikus yang muncul di depan publik, karena kekurangan makanan.

Sebagian bermigrasi ke lingkungan baru, karena tidak dapat menemukan makanan di lingkungan lama.

"Kamu mungkin akan menemukan kelompok populasi (tikus) yang lebih cerdas dan lebih tangguh yang sebelumnya mungkin belum pernah terhubung dengan manusia. Atau, setidaknya tidak diamati oleh manusia secara langsung," kata Parsons dikutip dari Insider, Rabu (15/4/2020).

Selain migrasi karena kekurangan makanan, tikus-tikus itu juga mulai menjadi kanibal, sebagai imbas dari insting untuk bertahan hidup.

"Seperti dalam sejarah umat manusia, di mana orang mencoba mengambil alih tanah lalu mereka datang dengan militer dan tentara kemudian bertarung sampai mati," ungkap Rodentolog Perkotaan Amerika Serikat, Bobby Corrigan, kepada NBC News.

Dalam jangka pendek, tikus akan mengurangi populasi mereka dan pengembangbiakan cenderung tertahan.

Parsons menyebut ini sebagai "skenario kasus terbaik". Namun, kondisi itu juga bisa saja mengarah pada jenis tikus baru yang lebih kuat, sebagai hasil dari pengembangbiakan jangka panjang.

Jika itu yang akan terjadi, siapkah kita?***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Berbagai Sumber
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Internasional, Lingkungan, Umum

wwwwww