Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
12 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
2
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
12 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
3
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
4 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
10 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
8 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Data BP2MI, 34 Ribu Lebih Pekerja Migran Indonesia Habis Kontrak dan Siap Kembali ke Indonesia

Data BP2MI, 34 Ribu Lebih Pekerja Migran Indonesia Habis Kontrak dan Siap Kembali ke Indonesia
Selasa, 05 Mei 2020 19:36 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) saat ini sedang konsentrasi terhadap rencana kepulangan sekitar 34.300 pekerja migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Tanah Air.

Dimana 34.300 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tersebar di berbagai negara itu, habis masa kontrak kerjanya pada Mei-Juni 2020.

Demikian diungkapkan Kepal BP2MI Benny Ramdhani kepada GoNews.co, Selasa, (5/5/2020) di Jakarta.

"Kita sudah siap untuk mengantisipasi membludaknya Pekerja Migran Indonesia dari berbagai negara jelang Ramadan ini," ujarnya.

34.300 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang habis masa kontrak kerjanya itu kata Benny, berasal dari 7 Provinsi, dengan rincian, Jawa Timur sebanyak 8.913 orang, Jawa Tengah 7.436 orang, Jawa Barat 5.832 orang, NTB 4.2020 orang, Sumatera Utara, 2.878 orang, Lampung 1.814 orang dan Bali 513 orang.

Kemudian ada 300 orang dari Kalbar, 293 asal NTT, 274 dari Banten, 247 asal Kaltim, 247 asal Sumsel, 234 asal DIY, 144 asal Sulteng, 125 asal Riau, 109 asal DKI Jakarta, 97 orang asal Sumbar, 82 asal Sulsel, 80 orang dari Sulawesi Utara, 46 orang asal Jambi, dan Sulawei Barat 41 orang.

Selanjutnya kata Benny, 39 orang berasal dari Bengkulu, 34 orang asal Sulawesi Tenggara, 33 orang Kalsel, 8 orang dari Maluku, 7 orang asal Kalteng, 4 orang dari Papua, 2 orang asal Gorontalo dan terakhir 2 orang asal Kalimantn Utara.

"Dari jumlah PMI di atas, yang terbanyak bekerja di Malaysia, yakni 13.074 orang. Kemudian di Hongkong 11.359 orang, Taiwan 3.688 orang, Singapura 2.611 orang dan Arab Saudi 807 orang. Selebihnya tersebar di berbagai negara seperti, Brunai, Korea Selatan, Kuwait, Italia, Oman dan di berbagai negara Eropa," jelasnya.

Aadapun jumlah Pekerja Migran Indonesia yang saat ini sudah kembali ke Indonesia kata Dia, sudah mencapai ratusan ribu orang. "Berdasarkan data kita hingga 30 Mei 2020, Pekerja Migran Indonesia yang sudah kembali ke tanah air sekitar 125.646 orang," tandasnya.

Tidak hanya itu, akibat pandemi COVID-19 yang melanda dunia dan menimbulkan dampak ekonomi, Brani sapaan akrab Benny Rhamdani, juga memperkirakan total sekitar 260.000 TKI akan pulang ke Indonesia sampai akhir 2020.

Jumlah pekerja yang pulang tersebut berasal dari data TKI resmi yang tercatat dalam sistem BP2MI, tegas Benny. Yang tidak dapat diantisipasi adalah kedatangan pekerja migran yang tidak resmi atau tidak terdokumentasi.

Sejauh ini BP2MI mencatat terdapat 121.498 TKI yang pulang ke Indonesia akibat penutupan wilayah dan dampak ekonomi yang disebabkan penyakit yang menyerang sistem pernapasan itu di negara tempat para TKI itu bekerja sebelumnya.

"Para pekerja migran Indonesia yang tiba di Tanah Air melalui jalur udara, laut maupun darat di perbatasan Indonesia dan Malaysia dilakukan pemeriksaan sesuai protokol kesehatan Covid-19," pungkasnya.***


wwwwww