Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah RI Putuskan tidak Berangkatkan Haji 2020
Peristiwa
24 jam yang lalu
Pemerintah RI Putuskan tidak Berangkatkan Haji 2020
2
Pilkada Rohul, DPP PAN hanya Terbitkan Rekomendasi untuk Erizal-Topan
Politik
23 jam yang lalu
Pilkada Rohul, DPP PAN hanya Terbitkan Rekomendasi untuk Erizal-Topan
3
Klarifikasi, Luhut Tegaskan tidak Punya Akun Twitter
Nasional
23 jam yang lalu
Klarifikasi, Luhut Tegaskan tidak Punya Akun Twitter
4
Fachrul Razi: Pembatalan Pemberangkatan Jamaah Haji Bukan Pertama Kali
Nasional
23 jam yang lalu
Fachrul Razi: Pembatalan Pemberangkatan Jamaah Haji Bukan Pertama Kali
5
Pimpin Penangkapan Buronan Nurhadi, Novel Baswedan Jadi Trending
Peristiwa
16 jam yang lalu
Pimpin Penangkapan Buronan Nurhadi, Novel Baswedan Jadi Trending
6
Jelang New Normal, DPD RI Serap Aspirasi Tenaga Pendidik DKI Jakarta
DPD RI
22 jam yang lalu
Jelang New Normal, DPD RI Serap Aspirasi Tenaga Pendidik DKI Jakarta
Home  /  Berita  /  Politik

Reaksi Golkar soal 'Begal Digital'

Reaksi Golkar soal Begal Digital
Ketum Partai Golkar/Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: tirto.id)
Rabu, 06 Mei 2020 21:24 WIB
JAKARTA - Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, dikabarkan menyebut Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai 'Begal Digital'. Sebutan ini tak lepas dari dugaan adanya uang besar mengalir ke Golkar dari BLBI dan E-KTP.

Menanggapi itu, Fungsionaris DPP Partai Golkar, Ahmad Irawan menilai, hal itu bukanlah sesuatu yang berdasar.

"Mungkin karena Rizal Ramli kesepian saja di rumah. Daripada nuduh sana-sini, lebih baik beliau memanfaatkan waktu bersama anak dan cucunya. Jadi tidak perlu mencari perhatian (caper)," kata Irawan kepada wartawan, Rabu (6/5/2020).

Sebelum Irawan, reaksi juga sempat muncul dari Wasekjen bidang Keamanan Nasional DPP Partai Golkar Samsul Hidayat. Ia menegaskan, proses hukum kedua kasus itu telah cukup membuktikan bahwa tak ada aliran dana ke Golkar.

"Ini sudah menyerang pribadi seseorang dan telah mencemarkan nama baik institusi partai Golkar," kata Samsul di Jakarta, Selasa (5/5/2020) kemarin.

Badan Advokasi DPP Partai Golkar, juga disebut tengah mengkaji dan akan segera bersikap terkait kemungkinan langkah proses hukum secara formal.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Politik, Nasional, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww