Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Paksakan Pilkada, Sultan: Jika TPS Jadi Klaster Baru Covid-19, KPU harus Tanggungjawab
Politik
24 jam yang lalu
Paksakan Pilkada, Sultan: Jika TPS Jadi Klaster Baru Covid-19, KPU harus Tanggungjawab
2
Pemerintah RI Putuskan tidak Berangkatkan Haji 2020
Peristiwa
23 jam yang lalu
Pemerintah RI Putuskan tidak Berangkatkan Haji 2020
3
Pilkada Rohul, DPP PAN hanya Terbitkan Rekomendasi untuk Erizal-Topan
Politik
22 jam yang lalu
Pilkada Rohul, DPP PAN hanya Terbitkan Rekomendasi untuk Erizal-Topan
4
Klarifikasi, Luhut Tegaskan tidak Punya Akun Twitter
Nasional
23 jam yang lalu
Klarifikasi, Luhut Tegaskan tidak Punya Akun Twitter
5
Fachrul Razi: Pembatalan Pemberangkatan Jamaah Haji Bukan Pertama Kali
Nasional
23 jam yang lalu
Fachrul Razi: Pembatalan Pemberangkatan Jamaah Haji Bukan Pertama Kali
6
Jelang New Normal, DPD RI Serap Aspirasi Tenaga Pendidik DKI Jakarta
DPD RI
22 jam yang lalu
Jelang New Normal, DPD RI Serap Aspirasi Tenaga Pendidik DKI Jakarta
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Penuturan Polisi soal Tawuran yang Telan Korban Nyawa di Depok

Penuturan Polisi soal Tawuran yang Telan Korban Nyawa di Depok
Gambar: Media Indonesia
Kamis, 07 Mei 2020 16:55 WIB
JAKARTA - Kepolisian mengonfirmasi terjadinya tawuran yang menelan nyawa di Jalan Duta Raya, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Kamis (7/5/2020).

"Korban menderita luka bacokan sangat parah sehingga meninggal dunia," kata Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polres Metropolitan Kota Depok Ajun Komisaris Elly Padiansari kepada wartawan, Kamis.

Polisi, kata Elly, telah menangkap AMM (17) dan RS (19) dari dua kelompok yang terlibat tawuran berujung maut itu di Jalan Merapi, Depok Timur, dan menyita sebuah celurit sebagai barang bukti. Sementara pelaku lain masih dalam pengajaran.

Pelaku, terancam Pasal 160 KUHP Jo 170 KUHP Jo 351 KUHP Jo UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Tawuran berujung maut ini, dijelaskan Elly, terjadi selepas sahur pagi tadi. Sebelum tawuran terjadi, antara kelompok pelaku dan korban (Gang Masjid) janjian melalui IG masing-masing. Akan tetapi, belum sampai di lokasi yang disepakati, kelompok pelaku sudah duluan tiba di lokasi.

"Kemudian pelaku langsung menyerang kelompok Gang. Masjid. Lalu terjadi duel antara Adam dengan para pelaku yang diantaranya AMM dan RS," paparnya.

Karena kekuatan kelompok Gang Mesjid, Kelurahan Cisalak tidak berimbang sehingga Adam tersungkur ke aspal. Korban (Adam) pun langsung meninggal seketika.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Peristiwa, Hukum, GoNews Group, DKI Jakarta, Jawa Barat

wwwwww