Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
10 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
17 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
3
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
18 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
12 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
15 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
14 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Usai Melayat Tetangga, 13 Warga Satu Kampung Positif Corona

Usai Melayat Tetangga, 13 Warga Satu Kampung Positif Corona
Proses evakuasi warga tertular virus corona ke rumah sakit. (inews.com)
Kamis, 07 Mei 2020 14:48 WIB
POLMAN - Sebanyak 13 orang warga salah satu kampung di Tinabung, Polewali Mandar, dinyatakan positif terinfeksi virus corona setelah melayat tetangganya yang meningal dunia.

Dikutip dari Inews.com, ke 13 orang tersebut telah dievakuasi ke rumah sakit oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Polewali Mandar, Selasa (5/5/2020) lalu. Evakuasi itu dipimpin Sekretaris Daerah Polewali Mandar Andi Bebas Manggazali.

Mereka dipastikan positif corona dari hasil pemeriksaan swab setelah rapid testnya diketahui reaktif. Warga ini diduga terpapar corona setelah melayat tetangganya yang meninggal dunia.

''Mereka kami ajak (evakuasi) ke rumah sakit,'' kata Sekda Andi saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2020).

Dituturkan Andi, tim sudah lebih dulu berkoordinasi dengan keluarga dan tokoh masyarakat sebelum menjemput mereka.

Sempat ada keluarga pasien yang menolak isolasi di rumah sakit, dan memilih karantina mandiri di rumah. Namun setelah berdialog dan mengedukasi warga tersebut, mereka akhirnya merelakan anggota keluarganya untuk dievakuasi ke rumah sakit.

Petugas gabungan pun juga memberikan semangat dan dukungan kepada para pasien.

''Semuanya berjalan lancar,'' ujar Andi.

Pantauan iNews saat proses evakuasi, satu orang dari 13 pasien yang dievakuasi ke rumah sakit merupakan bocah berusia tujuh tahun. Kemudian satu orang lagi warga lanjut usia (lansia).

Sekda mengimbau, warga tetap mematuhi anjuran pemerintah, yakni menerapkan social dan physical distancing, tetap berada di rumah dan menggunakan masker bila terpaksa harus keluar. Dia juga meminta warga selalu menjaga kebersihan dan kesehatan. ***

Editor:hasan b
Sumber:inews.com
Kategori:Kesehatan

wwwwww