Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
23 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
2
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Peristiwa
14 jam yang lalu
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
3
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
Politik
14 jam yang lalu
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
4
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
Kesehatan
14 jam yang lalu
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
5
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
Politik
14 jam yang lalu
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
6
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial
Politik
14 jam yang lalu
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Gadis di Deli Serdang Diperkosa dan Dibunuh Teman Pacarnya, Ibu Pelaku Terlibat

Gadis di Deli Serdang Diperkosa dan Dibunuh Teman Pacarnya, Ibu Pelaku Terlibat
Ilustrasi jenazah. (int)
Jum'at, 08 Mei 2020 12:26 WIB
MEDAN - Polisi berhasil mengungkap pelaku pembunuhan sadis terhadap gadis berinisial E (21) di Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Dikutip dari detikcom, sebelumnya polisi sempat menduga E dibunuh pacarnya, M. Ternyata, yang membunuh E adalah teman M, berinisial J. J memerkosa E sebelum menusuknya.

''Ketika (korban) sudah dibunuh, kemudian si J ini, dia nyuruh si M beli bensin. Makanya kan ada bekas bakar kan di tubuh korban itu. Nah, ini si J juga yang nyiram lalu bakar. Si M masih ada di situ. Ya, yang beli bensin M,'' ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicolas Sidabutar, Kamis (7/5/2020) malam.

Dia mengatakan J juga sempat berupaya memutilasi korban. Namun tubuh korban sudah mengeras sehingga mutilasi tersebut gagal.

''Setelah itu dibakar tapi nggak habis, kemudian si J ini berusaha mutilasi, tapi keras, nggak jadi,'' ucapnya.

J diduga panik dan meminta M menelepon ibunya. Setelah datang, kata Ronny, ibu J bukan melapor, tapi diduga ikut membantu agar mayat korban dimasukkan dalam kardus.

''Nah, karena mungkin sudah panik, teleponlah ke orang tua si J. Bilang ke si M, 'M, tolonglah teleponkan mamakku'. Begitulah kira-kira. Ibunya ini datang ke rumahnya. Kaget, 'Ada apa ini?'. Namun, bukan lapor, dia malah bilang dia menyetujui supaya si korban ini dibungkus, dimasukkan ke kardus oleh si J. Bahkan dia yang mencari kardusnya,'' tuturnya.

''Setelah itu si J-lah yang masukkan. Nah, peran ibunya ini juga ada mengangkat, membantu si J angkat korban di kamar mandi, ke ruang tengah,'' sambung Ronny.

Ronny mengatakan ibu J diduga berupaya mengamankan anaknya agar tak dicurigai sebagai pelaku pembunuhan. Setelah mayat masuk dalam kardus, ibu J menelepon ibu M.

''Ibunya M ditelepon untuk datang juga. Tetapi ibunya M ini saat datang dikasih tahu sama ibu J bahwa si M ini pembunuhnya. M ini mau mau saja dia. Ibunya M ini percaya. 'Kamu jangan ngomong banyak, memang kamu yang bunuh'. M ini mau-mau aja. Sebelumnya, si M ini dibujuk sama ibunya J,'' tutur Ronny.

Ibu M diduga turut menuduh anaknya melakukan pembunuhan dan meminta M bertanggung jawab. Bahkan, kata Ronny, ibu M diduga menyuruh anaknya sendiri untuk bunuh diri dengan meminum racun.

'''Udah M, kau tanggung jawab, kalau perlu, kau bunuh diri. Kau bunuh diri aja sekalian','' tutur Ronny menirukan isi percakapan.

''Si M ini mau-mau saja. Jadi akhirnya dibuatlah seolah-olah memang si M ini yang membunuh. Biar seolah supaya M ini yang bunuh, dia minum racun. Akhirnya dia bikin surat itu juga,'' sambungnya.

Namun rupanya, M tak tewas setelah menenggak racun. Ibu M yang panik akhirnya menghubungi polisi dan mengatakan anaknya yang melakukan pembunuhan itu.

''Bingung lagi mereka. Sudah bingung, ibunya si M ini kan sudah panik. Saat pertama ke TKP, ibunya M sudah panik, sudah ingin, 'Sudahlah kita lapor polisi aja. Gini aja, anak saya ini sudah salah, biarlah kita laporkan polisi aja','' jelasnya.

Peristiwa penemuan mayat E terjadi pada Rabu (5/5) di salah satu rumah di Kompleks Cemara Asri, Percut Sei Tuan, Sumut. Mayat perempuan itu ditemukan dalam kardus dengan kondisi bekas dibakar dan ada luka diduga karena percobaan mutilasi. ***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Hukum, Peristiwa

wwwwww