Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
Internasional
21 jam yang lalu
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
2
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
17 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
3
Aplikasi Android Edit Video yang Populer Ini Ternyata Sangat Berbahaya, Ayo Hapus Segera
Umum
15 jam yang lalu
Aplikasi Android Edit Video yang Populer Ini Ternyata Sangat Berbahaya, Ayo Hapus Segera
4
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
Kesehatan
19 jam yang lalu
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
5
Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Sarpras 'e-Learning'
Pendidikan
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Sarpras e-Learning
6
Berisiko Kematian, Eropa Larang Pemakaian Chloroquine Obati Pasien Covid-19, Indonesia Tetap Gunakan
Kesehatan
22 jam yang lalu
Berisiko Kematian, Eropa Larang Pemakaian Chloroquine Obati Pasien Covid-19, Indonesia Tetap Gunakan
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Ilmuwan Temukan Virus Corona pada Sperma Sejumlah Pria Terinfeksi

Ilmuwan Temukan Virus Corona pada Sperma Sejumlah Pria Terinfeksi
Ilustrasi sperma. (vivanews)
Jum'at, 08 Mei 2020 06:28 WIB
BEIJING - Para ilmuwan China menemukan ada virus corona baru pada sperma sejumlah pria yang terinfeksi Covid-19.

Dikutip dari sindonews.com, para peneliti meneliti sperma 38 pria pasien Covid-19 di Rumah Sakit Kota Shangqiu di China yang menyediakan sampel. Enam dari 38 pria tersebut, spermanya mengandung SARS-CoV-2.

SARS-CoV-2 adalah singkatan dari severe acute respiratory syndrome coronavirus 2, virus yang menyebabkan Covid-19.

Keenam pria itu, empat masih terinfeksi dan dua lainnya sedang dalam pemulihan.

Para peneliti mengatakan bahwa temuan mereka baru tahap awal, dan hanya berdasarkan pada sejumlah kecil pria yang terinfeksi. Menurut mereka, diperlukan lebih banyak penelitian untuk melihat apakah penularan seksual mungkin berperan dalam pandemi Covid-19.

''Penelitian lebih lanjut diperlukan sehubungan dengan informasi terperinci tentang pelepasan virus, waktu bertahan hidup, dan konsentrasi dalam air mani,'' tulis tim ilmuwan tersebut dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di dalam Journal of American Medical Association, sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (8/5/2020).

''Jika dapat dibuktikan bahwa SARS-CoV-2 dapat ditularkan secara seksual...(itu) mungkin menjadi bagian penting dari pencegahan,'' kata mereka.

''Terutama mengingat fakta bahwa SARS-CoV-2 terdeteksi di sperma pasien yang sembuh.''

Pakar independen mengatakan temuan itu menarik tetapi harus dilihat dengan hati-hati, terlebih dalam konteks penelitian kecil lainnya belum menemukan virus corona baru dalam sperma.

Sebuah studi kecil sebelumnya dari 12 pasien Covid-19 di China pada bulan Februari dan Maret menemukan bahwa semuanya dites negatif untuk SARS-CoV-2 pada sampel sperma.

Allan Pacey, seorang profesor andrologi di Universitas Sheffield di Inggris, mengatakan studi tidak boleh dilihat sebagai konklusif, karena ada beberapa kesulitan teknis dalam tes sperma untuk virus.

Dia mengatakan kehadiran SARS-CoV-2 di dalam sperma tidak menunjukkan apakah itu aktif dan mampu menyebabkan infeksi.

''Namun, kita tidak perlu heran jika virus yang menyebabkan Covid-19 ditemukan dalam sperma beberapa pria, karena ini telah ditunjukkan dengan banyak virus lain seperti Ebola dan Zika,'' katanya.

Sheena Lewis, seorang profesor kedokteran reproduksi di Queen's University Belfast, menekankan bahwa ini adalah ''studi yang sangat kecil'' dan mengatakan temuannya sesuai dengan penelitian kecil lainnya yang menunjukkan rendah atau tidak ada SARS-CoV-2 dalam tes sampel sperma.

''Namun, efek jangka panjang SARS-CoV-2 pada reproduksi pria belum diketahui,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Kesehatan

wwwwww