Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
22 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
MPR RI
18 jam yang lalu
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
3
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Politik
9 jam yang lalu
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
4
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
Peristiwa
20 jam yang lalu
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
5
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
Peristiwa
21 jam yang lalu
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
6
Sah... Partai Gelora Resmi Terima 3 SK Menkumham
Politik
23 jam yang lalu
Sah... Partai Gelora Resmi Terima 3 SK Menkumham
Home  /  Berita  /  Hukum

Nekat! Seorang Wanita Tebas 4 Jarinya dan Rekayasa Pembegalan

Nekat! Seorang Wanita Tebas 4 Jarinya dan Rekayasa Pembegalan
Ilustrasi. (Foto: Ist. via GoAceh)
Jum'at, 15 Mei 2020 21:29 WIB
MEDAN - Polda Sumatera Utara (Sumut) mengugkap, kasus begal yang korbannya mengalami putus jari di medan ternyata rekayasa. Erdina Boru Sihombing (54), yang mengaku menjadi korban dengan 4 jari tangannya putus, ternyata berbohong.

"Saat diinvestigasi ternyata peristiwa (begal) tersebut tidak pernah terjadi, dan hari ini kita tetapkan bahwa tersangkanya adalah pelapor tersebut yaitu ES," kata Kapolda Sumut Irjen Pol. Martuani Sormin di Mapolda Sumut, Jumat (15/5/2020) malam.

Pengakuan palus Erdiana adalah, Ia mengaku dibegal saat akan berbelanja cabai ke Pasar MMTC, tas yang berisi uang tunai Rp 4 juta dan handphone, dirampas dua pria yang mengendarai sepeda motor di sekitar rel, sebelum simpang Jalan Wahidin pada 1 Mei 2020.

4 jari tangannya yang putus, diakui karena tebasan pebegal saat berusaha mempertahankan tanya. Ternyata, Ia sendiri yang menebas keempat jari tangannya.

"Jadi kejadian sebenarnya adalah Ibu Erdina Sihombing memotong jarinya sendiri dengan parang agar meyakinkan penyidik bahwa dia memang dibegal," tegas Martuani.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Hukum, GoNews Group, DKI Jakarta, Sumatera Utara

wwwwww