Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
Lingkungan
17 jam yang lalu
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
2
Soal Isu Terduga Pemalsuan SNI, Pengusaha Kimin Tanoto Merasa Disudutkan Media
Hukum
9 jam yang lalu
Soal Isu Terduga Pemalsuan SNI, Pengusaha Kimin Tanoto Merasa Disudutkan Media
3
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020
4
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
Ekonomi
14 jam yang lalu
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
5
Spekulasi Dampak Terburuk Pandemi Berakhir sempat Lemahkan Dolar
Ekonomi
15 jam yang lalu
Spekulasi Dampak Terburuk Pandemi Berakhir sempat Lemahkan Dolar
6
Dunia Berubah, Presiden Minta Perwira Muda TNI-Polri Kuasai Teknologi
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Dunia Berubah, Presiden Minta Perwira Muda TNI-Polri Kuasai Teknologi
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Jelang Pembukaan 15 Juni, Pengelola Mal Dorong Pembayaran Non Tunai

Jelang Pembukaan 15 Juni, Pengelola Mal Dorong Pembayaran Non Tunai
Ilustrasi. (Net)
Selasa, 09 Juni 2020 16:04 WIB
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), A. Stefanus Ridwan, mendorong metode pembayaran non-tunai (cashless) melalui ponsel (smartphone). Hal ini untuk menurunkan risiko penyebaran wabah covid-19 saat mal kembali dibuka pada 15 Juni mendatang.

"Untuk itulah kita dan semua riteler menerapkan periode cashless sehingga menurunkan resiko, pembayaran kalau bisa dilakukan tanpa uang langsung tapi digital," kata Stefanus dalam webinar MarkPlus Industry Roundtable sektor Ritel, Selasa (9/6).

Dia menjabarkan tantangan dan komplikasi terhadap pengelola pusat belanja di new normal, yakni kebutuhan untuk melindungi pelanggan dan karyawan terhadap covid-19 ini menjadi prioritas utama.

"Karena apabila tidak dipublikasikan perlindungan kita seperti ini maka konsumen takut untuk datang. Walaupun sekarang ada yang merasa kangen pembukaan 15 juni nanti tapi sebagian ada yang berpikir jangan-jangan nanti wabahnya meledak lagi," ujarnya.

Oleh karena itulah, pihaknya bersama semua riteler menerapkan periode cashless untuk menurunkan resiko. Pihaknya juga akan menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak di toko atau restoran, sanitasi tempat umum, serta penerapan pembayaran digital di era new normal.

Begitu juga untuk prasarana umum seperti lift dan eskalator juga ada perubahan fungsi petugas kebersihan yang awalnya hanya untuk pembersihan, sekarang sudah berubah menjadi petugas yang mensanitasi dan menjaga keamanan. Petugas keamanan awalnya bertugas mengamankan, nantinya ada pekerjaan tambahan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan dilaksanakan baik oleh pengelola, retailer, dan pengunjung sendiri.

Sementara itu, dia juga menyampaikan bahwa pola pikir dan perilaku konsumen juga menjadi berbeda sekarang. Tidak ada lagi orang yang datang ke mal hanya untuk jalan-jalan semata, melainkan untuk membeli barang yang dibutuhkan saja lalu segera pulang.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Pemerintahan, Peristiwa, DKI Jakarta

wwwwww