Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
8 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
2
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
MPR RI
12 jam yang lalu
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
3
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
Pendidikan
11 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
4
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Ekonomi
8 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
5
Ridho Manfaatkan Waktu Berbagi Ilmu dengan SSB di Pekalongan
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ridho Manfaatkan Waktu Berbagi Ilmu dengan SSB di Pekalongan
6
Andri Muladi Siap Penuhi Panggilan Borneo FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Andri Muladi Siap Penuhi Panggilan Borneo FC
Home  /  Berita  /  Umum

Sadis, Dua Bocah di Medan Diduga Dibunuh Ayah Tiri Gara-gara Minta Belikan Es Krim

Sadis, Dua Bocah di Medan Diduga Dibunuh Ayah Tiri Gara-gara Minta Belikan Es Krim
Ilustrasi (net)
Senin, 22 Juni 2020 07:00 WIB
MEDAN - Dua bocah di Medan, Sumatera Utara, ditemukan tewas di dalam parit diduga dibunuh ayah tirinya, Minggu (21/6/2020).

Safrizal (57) warga di sekitar areal sekolah yang beralamat di Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, mengatakan mayat kakak beradik tersebut ditemukan tadi pagi.

"Kejadiannya ya sekitar sini, tadi pukul 08.00 WIB warga pada rame di sini," katanya sambil menunjuk ke sekolah swasta yang berada di lokasi tersebut, Minggu (21/6/2020).

Menurut saksi, penemuan kedua mayat tersebut berawal dari ibu korban yang mencari keberadaan anaknya.

"Yang meninggal itu dua bocah, warga tahu tadi karena ibunya mencarinya pada pukul 08.00 WIB. Si ibu atau istri pelaku ini mendapat pesan via handphone bahwa kedua anak itu sudah dibunuh di areal sekolah, tempat dia bekerja sebagai buruh bangunan," katanya.

Dari penuturannya, pihak petugas hingga saat ini masih melakukan penyelidikan.

"Tadi kan petugas sudah datang. Ada Tim Inafis ya, soalnya kan lama juga dapat dua anak itu. Yang pertama dapatnya di sekitar lorong bangunan bawah sekitar pukul 09.00 WIB, dan anak yang kedua itu pada pukul 10.00 WIB," katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, setelah korban yang pertama ditemukan, istrinya menghubungi kembali suaminya, dimana anak satunya lagi ditempatkan.

"Korban dapat satu sekitar pukul 09.00 WIB, lalu istrinya menelpon lagi, dia katakan, di dalam parit yang berada sekitar lorong itu juga, dan jasad anak itu dapat sekitar 10.00 WIB," tambahnya.

Wargapun memadati lokasi kejadian akibat jeritan histeris ibu kedua bocah setelah menemukan anaknya sudah tidak bernyawa lagi.

"Ayah tiri anak itu baru tinggal sebulan. Dia itu sedang kerja bangunan, mungkin ya, belum dapat duit, kesal sama anak tirinya yang minta belikan es krim, lalu bunuh anaknya. Ini kan semua dugaan saja. Karena pihak petugas masih melakukan penyelidikan," katanya.

Dari informasi yang dihimpun, pembunuh tersebut memiliki ciri tubuhnya bertato.

"Kalau memang dia itu ya, dia itu bertato. Tapi yang paling kita sesalkan ya masa dia tega bunuh anaknya, sekalipun itu tiri. Dia harusnya bersyukur, ini malah bunuh," sambungnya.

"Jasad kedua anak itu sudah dibawa ke RS Bhayangkara Medan," katanya.

Kronologi

Sejumlah luka ditemukan pada tubuh dua bocah yang tewas dalam parit di sudut bangunan gedung sekolah Global Prima, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Sumatera Utara.

Diketahui korban masing-masing bernama Ikhsan Fatahilah (10) dan Rafa Anggara (5). Keduanya merupakan warga Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Kota.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Medan, Ikhsan ditemukan dalam posisi terlentang dan bagian wajahnya terdapat memar yang diduga akibat benturan benda keras. Ikhsan sendiri ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB.

Sedangkan adiknya Rafa ditemukan pada pukul 10.00 WIB. Rafa sendiri ditemukan di dalam parit samping gedung sekolah Global Prima. Ia ditemukan dengan posisi terlentang dan ditutup dengan triplek serta karton.

Penemuan kedua jasad korban membuat warga yang bermukim di kawasan sekolah Global Prima, Jalan Brigjen Katamso mendadak geger pada Minggu (21/6/2020).

Usai penemuan jasad tersebut, petugas kepolisian Polsek Medan Kota dan Polrestabes Medan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kematian keduanya.

Adapun kronologis kejadian yang berhasil dihimpun, saat itu kedua korban yang merupakan anak tiri Ra pada Sabtu (20/6/2020) sekitar pukul 14.00 WIB mendatanginya ke tempat kerja. Di mana Ra sedang bekerja sebagai kuli bangunan di lokasi kejadian.

Kedua korban mendatangi ayah tirinya meminta uang jajan untuk membeli es krim. Diduga, karena tidak diindahkan permintaannya, keduanya terus menerus meminta uang kepada Ra.

Lantaran kedua korban terus menagih, Ra diduga membawa keduanya ke arah samping gedung bangunan Global Prima.

Pada Minggu (21/6/2020) sekitar pukul 07.00 WIB, istri pelaku menanyakan melalui HP tentang keberadaan anaknya. Diduga Ra menjawab pertanyaan istrinya dengan mengatakan 'cari di Global Prima'.

Fahtulazanah (30) bersama ibunya dan beberapa pihak keluarga lainnya mencari kedua korban di kawasan Global Prima dan menemukannya dalam keadaan tidak bernyawa. Pasca ditemukannya kedua korban, informasi tersebut diteruskan kepada pihak kepolisian.

Petugas yang mendapat kabar tersebut langsung menuju ke lokasi dan melakukan olah TKP dan evakuasi korban.

Terpisah, Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadhan yang dikonfirmasi Tri bun Medan mengatakan, saat ini sedang dilakukan pendalaman atas kasus tersebut.

"Kami masih kerja di lapangan. Belum tahu. Nanti kalau sudah ada perkembangan kita sampaikan," ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Uncategories

wwwwww