Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
2
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
12 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
3
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
4
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Pendidikan
13 jam yang lalu
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
5
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
1 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Home  /  Berita  /  Umum

Kisah Mualaf Lisha, Mantap Bersyahadat Setelah Tak Sengaja Telepon Imam Besar Masjid

Kisah Mualaf Lisha, Mantap Bersyahadat Setelah Tak Sengaja Telepon Imam Besar Masjid
Ilustrasi. (okezone.com)
Jum'at, 26 Juni 2020 09:09 WIB
MIMPI buruk yang dialaminya membuat Lisha sangat ketakutan. Dia kemudian menelepon panggilan darurat 911 untuk meminta bantuan. Anehnya, Lisha tak menyadari dirinya justru terhubung dengan imam besar masjid. Begitulah cara Allah SWT memberikan hidayah kepada gadis remaja tersebut. Begini kisahnya.

Saat berusia 12 tahun, Lisha kehilangan ibunya. Kamatian ibunya menyebabkan dirinya menjadi lebih banyak menghabiskan waktu bersama orang-orang yang lebih tua.

Ia biasa pergi pada hari Ahad untuk membantu orang-orang tersebut. Kemudian ia seringkali mendapati dirinya diajak untuk ikut beribadah. Di tempat suci itu, Lisha kerap berdoa seraya bertanya, mengapa Tuhan mengambil ibunya?

Banyak orang mengira Lisha memiliki pengetahuan besar, karena mengajukan pertanyaan berat seperti di usia yang begitu muda.

Sejak itulah dia semakin mendalami agamanya. Mulai sering pergi beribadah hingga akhirnya mampu menjadi pengajar dan memberi ceramah di mimbar tempat ibadahnya selama setahun.

Suatu ketika saat sedang menyampaikan pesannya di atas mimbar, Lisha tiba-tiba merasakan kesulitan menyebut nama Tuhannya. Ia tidak bisa mengatakannya, padahal sudah sangat keras berusaha. Bahkan, dirinya sampai bercerita mengenai hal ini kepada para tetuanya, hingga didoakan selama 30 hari. Namun, tetap saja tidak ada yang berubah. Hal ini yang kemudian menggugahnya bahwa ada Tuhan, dan bertekad mencari tahu akan hal itu.

''Dalam pencarian kebenaran itu, saya menjadi lebih sering ke tempat ibadah, dan bahkan menemui petinggi agama di tempat itu beberapa kali. Ia mulai menceritakan awal mula kisah dari kehidupan ini, bahkan dari awal kelahiran Tuhan,'' ungkap Lisha, sebagaimana dikutip dari okezone.com yang melansir dari About Islam, Kamis (25/6/2020).

''Di pertengahan pencarian, saya pindah ke Florida. Masih dengan keingintahuan saya. Saya kembali berguru dengan petinggi agama di wilayah itu. Sayangnya petinggi agama tempat saya berguru justru membuat saya semakin tidak yakin, sehingga saya berhenti datang ke tempat ibadah,'' lanjutnya

Hingga akhirnya ia berpapasan dengan seorang rekan Muslim, dan coba melihat kitab yang digenggamnya yakni Alquran. Pria Muslim itu memberikan penjelasan, seperti harus mengambil wudhu sebelum membaca Alquran.

Mendapatkan kitab tersebut, Lisha langsung bergegas pulang untuk mendalaminya. Awal pencarian mendalami Alquran, ia langsung mendapat cobaan. Seorang teman yang biasanya pulang bersamanya menolaknya masuk ke mobil setelah melihat Lisha menggenggam kitab suci tersebut.

''Perempuan yang biasa menawarkanku pulang bersamanya mendadak melarang saya naik ke mobilnya hanya karena saya menggenggam Alquran. Saat itu saya akhirnya keluar dari mobil itu dan pulang dengan berjalan kaki,'' ujarnya.

Sesampainya di rumah, ia mulai membaca Alquran. Ia berencana membandingkan isinya dengan kitab suci miliknya satu per satu.

Lisha mulai melakukan agenda membacanya itu dan kemudian tertidur lelap. Kemudian ia terbangun pukul 02.30 setelah mendapati dirinya diselimuti mimpi buruk.

Mimpinya itu membuatnya ketakutan, sehingga ia menelepon panggilan darurat 911 dan memberi tahu bahwa dirinya seakan sedang berhalusinasi setelah membaca Alquran.

Ia menjelaskan secara detail bagaimana runtutan kejadian yang dialami. Kemudian direspons oleh operator panggilan darurat 911 yang menyatakan bahwa Lisha akan baik-baik saja.

''Itu hanya cara Tuhan kembali mensucikanmu, begitulah cara-Nya untuk mengeluarkan segala unsur-unsur buruk dalam dirimu, dan tak lama lagi kamu akan menjadi seorang Muslim,'' kata operator tersebut.

Saat itu Lisha mendadak yakin bahwa inilah cara Allah SWT membimbingnya. Tanpa menunggu lama, ia memutuskan mengucapkan kalimat syahadat, dibimbing oleh operator 911 itu.

Lisha yang telah menjadi Muslim kemudian mendapati pesan dari sang operator untuk percaya dalam agama Islam, dan terus membiasakan membaca kitab suci Alquran, mengikuti segala perintah-Nya, dan menjadi orang yang lebih baik.

Sekian lama tidak menyadari, ternyata orang yang ia telepon saat itu adalah imam besar di masjid wilayah setempat, tepat setelah imam itu bertanya kepadanya, ''Bagaimana kamu bisa mendapatkan nomorku? Aku adalah Imam Rashid dari Masjid Sunrise.''

Hal ini mengherankan sekaligus sebuah keajaiban, di mana sebelumnya Lisha yakin menekan tombol 911 untuk mendapat pertolongan darurat, namun justru terhubung ke imam dari sebuah masjid.***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:Uncategories

wwwwww