Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terlalu Riskan PB Perpani Tetap Ngotot Singkirkan Tiga Pemanah Elit
Olahraga
23 jam yang lalu
Terlalu Riskan PB Perpani Tetap Ngotot Singkirkan Tiga Pemanah Elit
2
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
Politik
10 jam yang lalu
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
3
Hetifah Harap Arahan Presiden Diterjemahkan dalam Program-program Nyata
DPR RI
24 jam yang lalu
Hetifah Harap Arahan Presiden Diterjemahkan dalam Program-program Nyata
4
DPR Berharap Revisi UU Penanggulangan Bencana Selesai di Masa Sidang saat Ini
DPR RI
6 jam yang lalu
DPR Berharap Revisi UU Penanggulangan Bencana Selesai di Masa Sidang saat Ini
5
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
Hukum
23 jam yang lalu
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
6
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
Peristiwa
23 jam yang lalu
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
Home  /  Berita  /  Sepakbola
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Persik Kediri Patuhi Aturan PSSI Soal Kontrak Pemain

Persik Kediri Patuhi Aturan PSSI Soal Kontrak Pemain
Selasa, 07 Juli 2020 19:14 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KEDIRI - Merespon soal masalah renegosiasi kontrak pemain sebelum Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020 dilanjutkan Oktober mendatang, Presiden Persik Kediri, Abdul Hakim Bafagih memilih mengikuti keputusan PSSI. Apalagi, soal kontrak pemain tercantum dalam surat keputusan pada 27 Maret lalu.

Selama Liga 1 2020 bergulir lagi, kontrak pemain sebesar 50 persen dari nominal kontrak sebelumnya. Hakim juga menyebut pihaknya akan mengikuti keputusan tersebut karena keputusan tersebut mengikat bagi klub-klub yang berada di bawah naungan PSSI.

Selain itu pasca kompetisi dihentikan selama empat bulan lebih klub-klub dihadapkan dalam kondisi sulit perihal masalah finansial, Hakim pun menegaskan akan segera melakukan negosiasi dengan para pemain tim berjuluk Macan Putih tersebut.

“Meski menjadi masalah yang sensitif, tapi semua stakeholder industri sepak bola wajib mengikuti keputusan tersebut,” tutur Hakim.

Sementara di sisi lain, Hakim menyambut baik itikad baik dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi memastikan bahwa subsidi untuk peserta kompetisi dipastikan cair.

Karena hal itu sangat berarti bagi Persik dan juga klub lain sebagai sumber pembiayaan selama melanjutkan kompetisi di tengah masa pandemi virus Covid-19 seperti saat ini.

Apalagi kebutuhan klub cukup banyak untuk mengarungi lanjutan kompetisi sedangkan pemasukan klub juga terbatas jika kompetisi dilanjutkan tanpa kehadiran penonton. ***


wwwwww