Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan 'Saya Kafir' dan Anti Islam
Peristiwa
18 jam yang lalu
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan Saya Kafir dan Anti Islam
2
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
Kesehatan
19 jam yang lalu
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
3
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
DPR RI
24 jam yang lalu
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
4
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
DPR RI
22 jam yang lalu
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
5
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
DPR RI
7 jam yang lalu
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
6
DPD RI Tanggung Jawab Penguatan Otonomi Daerah
Politik
18 jam yang lalu
DPD RI Tanggung Jawab Penguatan Otonomi Daerah
Home  /  Berita  /  Ekonomi

'Opung Menteri' Bilang, Resesi Bukan Akhir dari Segalanya

Opung Menteri Bilang, Resesi Bukan Akhir dari Segalanya
Minggu, 30 Agustus 2020 20:03 WIB

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, meyakini Indonesia akan baik-baik saja jika pun terjadi resesi ekonomi. Kemerosotan pertumbuhan ekonomi hingga minus pada dua kuartal berturut-turut, disebut bukan lah akhir dari segalanya.

"Kalau itu (resesi) terjadi, bukan akhir dari segala-galanya," kata Luhut dalam seminar virtual terkait UMKM yang diselenggarakan Bank Indonesia, Minggu, 30 Agustus 2020.

Luhut mengatakan, pemerintah tengah berusaha agar kuartal III kali ini pertumbuhan ekonomi mendekati nol sekian persen. Artinya jika mencapai hal tersebut, ada perbaikan ketimbang kuartal sebelumnya, yakni pertumbuhan ekonomi negara terkontrasi minus 5,32 persen.

Sejengkal Lagi Indonesia Resesi, Ini Kata Sri Mulyani

"Kita jangan mau ditakut-takuti dengan hal yang buruk. Terutama pertumbuhan ekonomi yang negatif di kuartal III ini. Yang jelas kami akan berusaha sekuat-kuatnya," katanya.

Luhut mengatakan bahwa optimisme, kekompakan, dan kerja sama dengan banyak pihak yang akan membantu perekonomian Indonesia di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Ini Dampak Resesi Singapura dan Korea bagi Indonesia

Baru-baru ini saja, Luhut mengaku berkontak dengan salah satu pejabat Bank Dunia, yang mengatakan Indonesia tergolong baik dalam  hal penanganan pemulihan ekonomi ketimbang negara lain.

"Mereka sebut Indonesia lebih mudah recovery karena memiliki komposisi pertumbuhan ekonomi didominasi oleh konsumsi, dibandingkan negara-negara lain yang hanya manfaatkan teknologi saja. Makanya kita siapkan ini," ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Peristiwa, Ekonomi, Pemerintahan, DKI Jakarta
wwwwww