Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terungkap, Saudara Jokowi Dibunuh di Kandang Ayam karena Urusan Utang Piutang
Peristiwa
14 jam yang lalu
Terungkap, Saudara Jokowi Dibunuh di Kandang Ayam karena Urusan Utang Piutang
2
WhatsApp Business akan Luncurkan Fitur Baru
Umum
13 jam yang lalu
WhatsApp Business akan Luncurkan Fitur Baru
3
Terungkap Tabir Uang di Rekening Cleaning Service Kejagung Tajir
MPR RI
18 jam yang lalu
Terungkap Tabir Uang di Rekening Cleaning Service Kejagung Tajir
4
Peringati Hari Santri, Gus Jazil Gandeng Anak Jalanan dan Kaum Marjinal
Peristiwa
18 jam yang lalu
Peringati Hari Santri, Gus Jazil Gandeng Anak Jalanan dan Kaum Marjinal
5
Pengamat Dorong Penguatan Peran Bakohumas
Politik
14 jam yang lalu
Pengamat Dorong Penguatan Peran Bakohumas
6
Pandemi Covid 19 Bisa Jadi Momentum Penataan Ulang Olahraga Indonesia
Olahraga
14 jam yang lalu
Pandemi Covid 19 Bisa Jadi Momentum Penataan Ulang Olahraga Indonesia
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Edarkan Uang Palsu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Ditangkap Polisi

Edarkan Uang Palsu, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Ditangkap Polisi
Polisi memperlihatkan barang bukti berupa uang palsu di Mapolresta Madiun, Senin (28/9/2020).(inews.id/asfi manar)
Selasa, 29 September 2020 06:32 WIB

MADIUN - Aparat Polres Madiun menangkap mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Madiun, Sumardi (63), karena diduga terlibat jaringan pengedar uang palsu.

Selain Sumardi, Polres Ngawi juga menangkap Sumarji (55) warga Kedungprin, Lamongan dan Sarkam, warga Babadan, Kabupaten Ngawi. Sedangkan satu tersangka lagi, ST, diamankan di Polrestabes Surabaya.

''Komplotan pengedar uang palsu ini cukup banyak. Tiga orang di antaranya berhasil kami amankan. Satu di antaranta mantan pejabat di Madiun,'' kata Kasat Reskrim Polres Madiun AKP I Gusti Agung Ananta, Senin (28/9/2020).

Agung mengatakan, sindikat pengedar uang palsu ini terbongkar setelah salah seorang korban gagal menyetorkan uang ke sebuah bank karena uang yang disetor palsu. Dari hasil penelusuran uang tersebut hasil transaksi dengan salah seorang pelaku.

''Dari pengungkapan ini, kami lantas menangkap salah seorang tersangka, Sarkam, dan berlanjut penggeledahan di rumah Sumardi. Di tempat ini kami menemukan uang palsu pecahan Rp100.000 sebanyak Rp546 juta,'' katanya.

Menurut Agung, uang palsu yang diedarkan ketiga pelaku bersumber dari seorang tersangka AT, warga Surabaya. Informasi yang dihimpun, AT mengedarkan uang palsu sebanyak Rp1 miliar melalui ketiga tersangka.

''Tersangka AT juga sudah tertangkap oleh anggota Polrestabes Surabaya. Dari tersangka ini, polisi mengamankan Rp300 juta uang palsu,'' ujarnya.

Diketahui, Sumardi merupakan pensiuanan pegawai negeri di Kabupaten Madiun. Jabatan terakhirnya kepala Dinas Pendidikan. Pada 2013 lalu, Sumardi juga mencalonkan sebagai bupati Madiun, tetapi gagal.***

Editor:hasan b
Sumber:inews.id
Kategori:Hukum, Peristiwa
wwwwww